Kompas.com - 28/05/2020, 17:35 WIB

Namun sebelumnya, waffle dipercaya berawal sebagai kue yang sederhana dan datar, tanpa lubang-lubang besar yang khas di permukaannya dan pada awalnya dibuat oleh orang Yunani kuno.

Orang Yunani kuno membuat kue datar yang bernama ebelios. Ebelios diletakkan di antara dua piringan besi panas. Makanan ini pun menyebar di Eropa pada abad pertengahan.

Kue yang dibuat dari campuran tepung, air atau susu, dan sesekali ditambahkan telur, kemudian dikenal sebagai wafer. Kadang kala sajian ini juga dimasak di atas api dengan menggunakan piringan besi panjang.

Kemudian sekitar abad ke-13, wafer ini pun mulai punya bentuk yang berbeda-beda. Mulai dari lambang keluarga dan pemandangan alam hingga pola bergaris yang kini jadi ciri khas wafer.

Pada abad pertengahan dan Renaisans, wafer dimakan oleh semua lapisan masyarakat, dari masyarakat kecil sampai raja-raja.

Seringkali wafer dimakan untuk merayakan hal-hal berbau agama dan hari suci. Wafer dijual oleh pedagang kaki lima yang berkumpul di luar gereja.

Di Inggris, mereka menyebutnya ‘waferers’ dan di Perancis ‘gaufriers’. Orang Belanda sangat menyukai wafer yang mereka sebut sebagai ‘wafles’. Koloni pun memperkenalkannya ke Dunia Baru pada awal abad ke-17.

Di Dunia Baru inilah kue ini kemudian bertemu dengan ‘teman sejatinya’, yakni sirup maple.

Pada 1735, ‘wafles’ kemudian mendapatkan tambahan huruf ‘f’, menjadi waffle seperti yang kita tahu pada hari ini.

Konon, Thomas Jefferson adalah orang pertama yang membawa besi pencetak waffle dengan pegangan panjang ke Amerika pada tahun 1789.

Sekitar 80 tahun kemudian, Cornelius Swarthout pun mematenkan besi pencetak waffle yang bisa digunakan di atas kompor.

Cone waffle untuk es krim pertama kali muncul di World’s Fair tahun 1904 di St. Louis, Amerika Serikat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.