Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Kompas.com - 29/05/2020, 15:45 WIB
Ilustrasi Pariwisata Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi Pariwisata Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pariwisata Indonesia akan segera dibuka saat memasuki masa new normal pandemi corona (Covid-19). Presiden Joko Widodo meminta pembukaan tidak tergesa-gesa.

Oleh karena itu, hingga kini belum ada kepastian waktu pariwisata Indonesia akan dibuka.

Jokowi memberi syarat, sektor pariwisata dapat beroperasi di suatu daerah jika R0 (basic reproductive number, R-naugt) atau potensi penularan Covid-19 tercatat di bawah 1.

"Rt (R effective)-nya di bawah 1, sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata tetapi sekaligus dengan pengendalian protokol yang ketat," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang pariwisata di masa pandemi melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Rt yang dimaksud Jokowi adalah angka reproduksi setelah adanya kebijakan pemerintah seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Lantas, apa saja yang perlu diketahui soal pembukaan pariwisata Indonesia?

Ilustrasi Pariwisata IndonesiaDokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf Ilustrasi Pariwisata Indonesia

Akui risiko besar jika pariwisata buka kembali saat new normal

Jokowi mengakui akan ada risiko besar jika pariwisata dibuka kembali saat New Normal, yang mana pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Ini risikonya besar. (Karena) begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang buruk akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi," kata Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta agar protokol kesehatan ketat diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona dalam pembukaan pariwisata saat New Normal.

Ia meminta agar jajarannya melihat negara-negara lain yang sudah membuka pariwisata di era New Normal.

"Perlunya sosialisasi yang masif, diikuti uji coba, diikuti simulasi-simulasi dan juga perlunya dimulai sekarang ini pengawasan agar betul-betul standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan," kata dia

Baca juga: Ingin Buka Pariwisata Saat New Normal, Jokowi Akui Risikonya Besar

Oleh sebab itu, ia meminta agar pariwisata tetap dalam kondisi aman dari Corona pada saat dibuka kembali.

Ia menyoroti soal faktor utama yang perlu diterapkan adalah protokol New Normal harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan.

"Karena isu utamanya adalah keselamatan dan kesehatan, maka protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata betul-betul harus menjawab isu utama tadi, mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasinya, di sisi hotelnya, di sisi restorannya, dan juga area-area wisata yang kita miliki," ujarnya.

Salah satu daerah pariwisata yang sudah siap membuka kembali adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Provinsi ini akan kembali membuka destinasi wisata unggulannya pada 15 Juni 2020 dengan protokol kesehatan.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X