Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona

Kompas.com - 29/05/2020, 19:05 WIB
ILUSTRASI - Rendang Shutterstock/Ariyani TedjoILUSTRASI - Rendang

LONDON, KOMPAS.com - Bisnis kuliner yang dilakukan secara daring oleh warga Indonesia di Inggris semakin marak di tengah mewabahnya virus corona yang sampai saat ini korbannya terus bertambah.

"Peminat makanan Indonesia cukup banyak. Mereka pesan makanan secara daring," kata Ina Sukatma kepada ANTARA London, Kamis (28/5/2020).

Ina punya bisnis kuliner dengan membuka warung makanan Dapur Teh Ina, yang sering ikut bazar yang digelar KBRI London atau komunitas Indonesia di Inggris.

Baca juga: Unik, KJRI San Francisco Adakan Bazar Virtual Kuliner Lebaran

Kreativitas warga Indonesia yang berdomisili di Inggris tidak pernah habis-habisnya, maraknya Covid-19 justru mendorong bisnis kuliner online semakin banyak diminati, salah satunya usaha kuliner rumahan seperti Dapur Teh Ina.

Dapur Teh Ina terkenal dengan nasi padang serta somay dan ayam bakar. Di tengah-tengah maraknya corona, Teh Ina pun memperluas usahanya dengan menjual makanan Indonesia secara daring.

Teh Ina pun memanfaatkan laman Facebook untuk promosi kuliner. Kali ini ia mempromosikan ayam bakakak santan makyus pakai sambel dan lalap. Selain itu, Teh Ina juga mempromosikan lauk kering.

Ternyata bisnis Teh Ina lancar dan suatu saat ia mengunggah gambar kardus yang sudah siap dikirim berisi makanan pesanan warga Indonesia yang tersebar di Kerajaan Inggris.

"Alhamdulilah, di tengah wabah begini malah lebih banyak peminatnya,” ujar Teh Ina yang biasa menerima pesanan dari KBRI London.

Zukni Legowo mendesain kemasan untuk bakso bola bola dan rendang padang plus es cendol menjadi andalannya lengkap dengan kue putu ayu dengan bentuk menarik Antara/Zeynita Gibbons Zukni Legowo mendesain kemasan untuk bakso bola bola dan rendang padang plus es cendol menjadi andalannya lengkap dengan kue putu ayu dengan bentuk menarik

Bakso dan jajanan pasar

Lain lagi dengan bakso bola bola yang cukup terkenal di Inggris yang awalnya dipromosikan pebisnis kuliner Zukni Legowo.

“Biasanya saya jualan kalau ada bazar yang diadakan KBRI London seperti saat perayaan 17 Agustus atau dalam acara halalbihalal usai hari Raya Idul Fitri,” ujar Zukni.

Sayangnya tahun ini dengan merebaknya virus corona hampir seluruh perwakilan Indonesia di Eropa tidak mengelar acara halalbihalal. Maklum Inggris masih dalam suasana karantina wilayah.

Zukni pun tidak habis akal. Dia pun mempromosikan bakso bola-bola dengan mengunakan laman Facebook.

Selain itu ia juga mendesain kemasan untuk bakso bola-bola dalam bentuk yang menarik. Ia juga mencoba keberuntungan lain dengan menjual rendang padang serta es cendol dan kue putu ayu.

Zukni juga berjualan jajanan pasar. Dagangannya diminati warga Indonesia yang tinggal di Inggris. Mereka merindukan jajan pasar.

"Lebaran di perantauan akan semakin menumbuhkan rasa kangen dengan segala hal yang berbau Indonesia, berbau nostalgia. Kue putu ayu ini bisa menjadi pengobat rindu salah satunya," kata Zukni.

Yunni, pebisnis kuliner yang membuka Warung E-Yuni, menyediakan makanan siap saji juga menjual kue Lebaran seperti lapis surabaya dan pandan cheese cake.

”Kali ini saya bikin cake pandan tabur keju. Dioles whipped cream yang lembut. Sepotong pasti mau lagi dan lagi!" demikian Warung-E Yunni berpromosi melalui internet.

"Karena tanpa adanya promosi barang atau jasa yang kita jual tidak dilirik banyak orang. Maka dari itu diperlukan promosi yang bisa mempengaruhi pembaca, dan tidak hanya itu dengan berpromosi diharapkan bisa di share pembaca,” ujar Yunni.

Ilustrasi - Lapis SurabayaShutterstock/Riana Ambarsari Ilustrasi - Lapis Surabaya

Nasi padang

Sejak di Inggris menerapkan lockdown, Cafe Faringdon harus tutup. Kafe yang menyediakan makan siang dengan menu rendang padang ini milik pasangan suami istri dari Padang, Sumatera Barat, Harmein dan Pancanita Kaloko.

Oleh karena itu, mereka pun putar haluan dengan menjual makanan matang secara online khususnya makanan khas Minang seperti rendang, kalio daging, kalio ayam, dendeng balado, sambal goreng ampla, udang balado, dan sambal balado cabe merah dan cabe hijau.

Cafe Faringdon dengan juru masak berasal dari Minang itu mengirimkan makanan dengan kemasan makanannya cukup rapi dan menarik agar makanan terjamin aman.

Baca juga: Sediakan Meja Ban Karet sampai Rumah Kaca, Ini Cara Unik 8 Restoran di Dunia untuk Jaga Jarak

“Tenyata peminat rendang padang cukup banyak,” ujar Nita panggilan akrab Pancanita ibu dari satu putra yang berangkat dewasa.

Nita pun memanfaatkan laman facebook Indonesia Community in the UK untuk mempromosikan produk kulinernya.

Selain itu juga ada toko Gordon yang menjual bahan makanan yang langsung diimpor dari Indonesia seperti berbagai macam bumbu instan, mi instan dengan berbagai rasa, serta bahan makanan lain yang dipromosikan melalui laman facebooknya Toko Gordon. (Zeynita Gibbons)



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X