Kompas.com - 30/05/2020, 10:40 WIB
Ilustrasi liburan di rumah Shutterstock.Ilustrasi liburan di rumah

 

Penyeragaman izin

Namun, Maulana juga tak memungkiristaycation bisa saja dilakukan di luar kota, jika pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah terjadi.

Oleh sebab itu, jika staycation juga dapat dilakukan di luar kota, sebaiknya pemerintah melakukan penyeragaman persyaratan administrasi yang mengatur orang keluar masuk setiap daerah.

Penyeragaman administrasi yang dimaksud adalah dengan membuat satu persyaratan yang sama dari pusat terkait surat izin keluar masuk daerah.

Hal ini justru akan mempermudah setiap wisatawan nusantara yang ingin staycation luar kota.

"Proses untuk mendapatkan surat izin keluar masuk daerah itu kan harusnya sekali urus saja," kata Maulana.

"Sementara yang harus diperbarui terus adalah hasil laboratorium test Covid-19 jika sudah kadaluarsa. Jadi orang enggak rumit mengurus itu, karena sekarang kita tahu setiap orang mau pergi itu harus mengurus semuanya, bikin surat lagi dan sebagainya," jelas Maulana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sabtu Rebahan di Bandung, Staycation di 5 Glamping Bernuansa Alam

Dengan adanya penyeragaman surat izin keluar masuk yang dikeluarkan oleh pusat, maka otomatis akan membantu sektor industri bisnis pariwisata dalam hal staycation.

"Jadi saya kira harusnya nasional yang membuat, jangan setiap daerah membuat. Ini justru akan mempersulit traveler, baik dia mau tujuan bisnis, leisure, atau alasan apapun," ungkapnya.

Ia pun mengusulkan surat izin tersebut dapat dibuat semacam paspor di mana ada masa kadaluarsa jangka panjang, misalnya enam bulan hingga satu tahun.

Untuk itu, ia berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan juga menyoroti masalah tersebut agar dapat memudahkan wisatawan atau orang yang ingin melakukan staycation.

"Jadi wisatawan gak harus selalu buat surat izin dan sebagainya setiap dia mau pergi ke luar kota. Wisatawan hanya perlu memperbarui tes kesehatan mereka pada saat mau pergi, itu saja yang diperbarui saya kira," ujarnya.

Siap sambut tren staycation

Maulana menyatakan PHRI siap apabila tren pariwisata akan berubah ke arah staycation di masa new normal.

"Kami sudah siap untuk antisipasi new normal itu, karena kasihan juga karyawan kami kalau seandainya tutup terus. Jadi kami siap tapi kebijakan pemerintah saat ini akan seperti apa, mana yang sudah bisa kita jalankan," pungkasnya.

Pendapat senada juga dikatakan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Arya Pering, mengatakan siap apabila tren pariwisata bergeser ke arah staycation.

Arya lebih dulu menjelaskan dasar-dasar bagaimana timnya dapat bertahan di masa pandemi.

Menurutnya, IHGMA menerapkan psikologi kapital yang kuat yaitu HERO yang diambil dari teori Fred Luthans.

"HERO itu H nya Hope, E nya Efficacy, R Resilience, dan O Optimism. Apa yang harus kita lakukan di sini supaya bisa punya daya tahan ketika menghadapi sesuatu," kata Arya saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Baca juga: Sabtu Rebahan di Lombok, Staycation di 5 Penginapan ala Rumah Sasak

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.