Hari Pancasila, Simak Sejarah dan Fakta Menarik Gedung Pancasila

Kompas.com - 01/06/2020, 09:30 WIB
Suasana upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 di pelataran Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOSuasana upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 di pelataran Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat.

5. Tidak ada catatan kapan gedung berubah nama

Hingga saat ini, belum ada catatan dan pihak yang menyatakan kapan Gedung Volksraad berubah nama menjadi Gedung Pancasila.

Meski begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa gedung ini terlibat saat para pemimpin negara memutuskan untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan negara Indonesia.

Indonesia secara resmi diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 28 September 1950.

Pada tahun yang sama, gedung diserahkan kepada Departemen Luar Negeri. Namanya pun semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Sebab, pada 1 Juni 1964, Departemen Luar Negeri memperingati hari lahir Pancasila yang dihadiri oleh Bung Karno dan Moh. Hatta.

“Gedung dinamakan Pancasila karena perayaan upacara hari lahir Pancasila. (Terkait penamaan gedung yang pasti, tidak diketahui) yang pasti (gedung disebut) Pancasila karena Pancasila lahir di sana. Jadi namanya dianggapnya itu,” ujar Asep.

Baca juga: Indahnya Sunset di Pantai Ria Ende Flores

6. Tempat menimba ilmu dan konferensi

Gedung Pancasila pernah dijadikan sebagai tempat perkuliahan ilmu ekonomi yang diberikan oleh Moh. Hatta.

Pada tahun 1960-an, gedung juga pernah digunakan sebagai tempat untuk mendidik para calon diplomat Indonesia melalui beberapa kursus.

Ada pun kursus yang dimaksud adalah kursus Atase Pers, Caraka, dan Susdubat I yaitu Kursus Dasar Umum Pejabat Dinas Luar Negeri.

Pada 1955, tepatnya mejelang Konferensi Asia-Afrika, Gedung Pancasila dijadikan sebagai pusat kegiatan konferensi Sekretariat Bersama.

Kegiatan yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri terdiri dari para duta besar Birma, India, Pakistan, dan Sri Lanka.

Baca juga: Mengenal Hopper, Kuliner Mirip Serabi Khas Sri Lanka

7. Saksi pergantian orde di Indonesia

Gedung Pancasila merupakan saksi saat orde lama mulai runtuh dan digantikan oleh orde baru. Pada penghujung 1965, gedung ini menjadi sasaran demonstrasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Pada saat itu, mereka menentang komunis. Massa yang marah membuat gedung mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Travel Tips
Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Travel Tips
Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Jalan Jalan
Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Promo Diskon
Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X