Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Kompas.com - 01/06/2020, 16:50 WIB
Pengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat. MLADEN ANTONOV/AFPPengunjung mengantre untuk menaiki eskalator di mal Siam Paragon, Bangkok, Thailand, Minggu (17/5/2020). Mal-mal di Thailand dibuka lagi setelah angka penularan Covid-19 melambat.

 

 

Kasus Covid-19 Terkendali, Negara-negara ASEAN Tak Perlu Protokol Kesehatan Ketat

Eddy menambahkan, kondisi terkini di beberapa negara Asia Tenggara yang sudah melandai kasus Covid-19-nya. Tidak banyak memerlukan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satunya yaitu, keharusan melakukan tes Covid-19. Hal ini mengakibatkan mudahnya proses perjalanan yang dapat dilakukan wisatawan domestik.

"Perlu dicatat, bahwa dengan terkendalinya Covid-19 ini, perjalanan domestik yang dilakukan tidak banyak memerlukan protokol kesehatan ketat," terang Eddy.

Baca juga: Pariwisata Buka Saat New Normal, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui

Apa Tahapan Selanjutnya Negara-negara di ASEAN yang kasus Covid-19 Melandai?

Eddy kembali mengungkapkan tahapan selanjutnya yang dilakukan negara-negara Asia Tenggara dengan kasus Covid-19 yang melandai atau terkendali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kata dia, negara-negara ini tengah melakukan persiapan untuk melakukan pembukaan pintu perbatasan mereka.

"Untuk menekan risiko, masuknya kasus baru akibat masuknya wisatawan asing, kemungkinan besar negara-negara ini akan melakukan pembukaan pintu perbatasan untuk negara-negara yang memiliki situasi hampir sama seperti atau travel bubble, seperti Korea Selatan dengan China di awal Mei lalu," katanya.

Namun, ia menambahkan, bahwa pembukaan pembatasan ini kemungkinan besar hanya untuk perjalanan bisnis.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa negara Eropa seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya gelombang kedua kasus Covid-19 dari wisatawan asing.

"Meskipun dibuka, protokol-protokol perjalanan lintas batas harus disepakati bersama sehingga mitigasi terhadap munculnya second-wave dapat dipersiapkan," jelas Eddy.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.