Kompas.com - 01/06/2020, 22:42 WIB
Ilustrasi rempah-rempah Indonesia. SHUTTERSTOCK/READNEOIlustrasi rempah-rempah Indonesia.

 

Buku masak mengubah penggunaan rempah

Di Eropa pada abad pertengahan, tepatnya pada abad ke-13 hingga ke-15, buku-buku masak mulai terbit. Salah satunya adalah Forme of Curry (1390).

Fadly menuturkan bahwa sebagian besar isi buku masak tersebut menggunakan bahan rempah seperti cengkeh, pala, dan kayu manis.

“Pada saat itu ada kepercayaan bahwa rempah-rempah mampu mentransformasi citarasa kuliner di Eropa. Pada masa-masa sebelumnya, kuliner abad pertengahan dikenal seram karena tidak memiliki selera,” tutur Fadly.

Ekspedisi rempah mulai marak dilakukan

Sejak saat itu, muncul sebuah obsesi di kalangan masyarakat Eropa untuk melacak di mana letak kepulauan rempah-rempah.

Namun sebelum itu, masyarakat India, China, dan Arab sudah lebih dulu menelusuri jejak kepulauan rempah-rempah.

“Melihat catatan orang Eropa bernama Marco Polo, dia mengatakan bahwa negeri Jawa ini kaya akan komoditas seperti lada, pala, narwastu (spikenard), laos, cengkeh. Semua ada di Jawa,” kata Fadly.

“Namun saat itu Marco Polo dan orang-orang Eropa tidak tahu bahwa Jawa hanyalah pelabuhan saja. Sementara pusatnya (rempah) nanti ada di Maluku, yang nantinya diketahui oleh orang Eropa pada masa kemudian,” imbuhnya.

Baca juga: Sejarah Pala, Rempah dengan Kisah Penuh Darah

Selain catatan Marco Polo dalam buku The Travels of Marco Polo (1953), ada juga catatan dari Tome Pires dalam buku The Suma Oriental.

Pires mengatakan bahwa pada abad ke-15, dia diberi kabar oleh para pedagang Melayu yang memberitahu kepada orang-orang Eropa termasuk dirinya bahwa rempah-rempah berada di kawasan timur Indonesia.

“Artinya memang sudah terlihat adanya pelacakkan rempah-rempah oleh orang Eropa pada peralihan abad ke-15 ke abad ke-16,” kata Fadly.

Fadly menuturkan bahwa rempah merupakan bagian dari sebuah peredaran global. Sebab, terjadi juga pertukaran bahan makanan pada abad rempah.

Apa yang diterima dan dikeluarkan Indonesia dari dan ke berbagai benua di dunia merupakan pengaruh dari abad tersebut.

Ada pengaruh pangan dalam abad rempah

Selain rempah luar negeri yang masuk ke Indonesia, ada juga pengaruh pangan yang terjadi dalam abad rempah.

“Pengaruh pangan dari China juga jangan dilupakan. Pada abad rempah juga ada kedelai, bawang putih, pacar cina, ubi cina, kucai, dan lokio,” kata Fadly.

Selain yang sudah Fadly sebutkan, ada juga adas cina, baru cina, buluh cina (sejenis bambu), gadung cina (sejenis ubi), dan kacang cina (nama lain kacang tanah).

Kemudian lada cina, lobak, sawi cina, caisim (sejenis kubis), kailan, lengkeng, lici, dan cincau.
Sementara dari Eropa, pengaruh pangan terlihat dari pengenalan jagung, ubi kayu, terong, nanas, waluh, labu, bit, wortel, seledri, selada, dan kentang.

“Dibawa dari Eropa oleh para pelaut Spanyol dan Portugis pada abad ke-16 dan ke-17. Artinya tanaman-tanaman ini berhasil ditanam di Nusantara,” kata Fadly.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Travel Update
Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Travel Update
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Travel Update
Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Travel Promo
7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Travel Update
3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

Jalan Jalan
Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Travel Update
Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Travel Update
22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.