Bingung Saat Belanja Susu? Bedanya Susu Olahan, Susu Segar, dan Susu Murni

Kompas.com - 02/06/2020, 16:36 WIB
Ilustrasi susu sapi murni. SHUTTERSTOCK/BEATS1Ilustrasi susu sapi murni.

Di Indonesia, tidak ada aturan terkait penjabaran secara rinci pada susu kemasan mengenai komposisi susu rekonstitusi dan susu segar yang digunakan.

Susu olahan yang sudah dicampur dengan susu bubuk itulah yang menurut Epi tidak bisa disebut sebagai susu murni.

Baca juga: Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

 

Baginya, susu murni hanyalah susu yang terdiri dari 100 persen susu segar cair.

Perbedaan paling signifikan dan bisa kamu lihat antara susu murni dan susu rekonstitusi adalah harganya.

“Kalau susu pasteurisasi ada yang Rp 25.000 ke atas. Susu yang lain, kan di bawah itu ada yang harganya Rp 12.000, Rp 15.000. Harga bisa jadi indikasi. Kalau yang 100 persen susu segar itu pasti mahal dibandingkan dengan susu yang sudah dicampur atau rekonstitusi,”

Menurut Epi, susu yang sudah dicampur bukan berarti berkualitas jelek karena susu bubuk masih memiliki gizi yang tinggi. Namun pada prinsipnya, susu yang semakin segar kata Epi, pasti semakin baik gizinya. 

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X