Ada Opsi AirAsia Indonesia Tunda Penerbangan Hingga 3 Bulan

Kompas.com - 04/06/2020, 16:06 WIB
Awak kabin AirAsia terlihat membersihkan kabin dengan disinfektan Dok. AirAsia IndonesiaAwak kabin AirAsia terlihat membersihkan kabin dengan disinfektan

JAKARTA, KOMPAS.com - AirAsia Indonesia menilai tingkat permintaan atas layanan penerbangan berjadwal belum membaik sehingga perpanjangan masa penghentian penerbangan reguler hingga tiga bulan ke depan menjadi opsi terbaik saat ini.

Baca juga:
Cara Ubah Jadwal Tiket AirAsia, Tanpa Biaya Perubahan Hingga 31 Des 2020
AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan Domestik dan Internasional pada 8 Juni 2020

Corporate Secretary AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi mengatakan, perpanjangan masa penghentian sementara dilakukan atas dasar alasan operasional.

Selain itu, alasan lainnya adalah adanya perpanjangan masa pembatasan sosial di beberapa wilayah dan semakin ketatnya ketentuan penerbangan yang menyebabkan tingkat permintaan atas layanan penerbangan berjadwal belum juga membaik.

"Kami memperkirakan jangka waktu penghentian atau pembatasan operasional akan berlangsung antara satu hingga tiga bulan," katanya melalui keterbukaan informasi yang dikutip Kontan.co.id, Rabu (3/6/2020).

Ilustrasi pesawat milik maskapai penerbangan AirAsia. SHUTTERSTOCK/ZHOU EKA Ilustrasi pesawat milik maskapai penerbangan AirAsia.
Layanan penerbangan reguler akan menyesuaikan pengoperasian penerbangan berjadwal rute internasional dan domestik secara bertahap.

Rencananya, penerbangan akan dimulai pada 8 Juni 2020 pada rute tertentu. Perseroan dapat kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas jika dinilai memungkinkan.

Menurutnya, keadaan saat ini dengan adanya pandemi Covid-19, lockdown dan PSBB sangat berdampak signifikan terhadap keuangan perusahaan terutama arus kas. Juga berdampak pada penghentian operasional sebagian antara satu hingga tiga bulan.

"Kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terhenti dan atau mengalami pembatasan operasional tersebut terhadap total pendapatan (konsolidasi) pada tahun lalu berkisar antara 51 persen hingga 75 persen," jelasnya. (Kontan.co.id/Selvi Mayasari|Handoyo).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X