Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mulai New Normal, Jepang Buka Kembali Restoran, Tempat Hiburan dan Pertokoan

Kompas.com - 04/06/2020, 19:10 WIB
Nabilla Ramadhian,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Status keadaan darurat di Tokyo, Hokkaido, serta prefektur di sekitarnya mulai dicabut pekan ini. Mengutip Travel and Leisure, Jepang pun mulai membuka bisnis dan atraksi wisata.

Sebelumnya, Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan status keadaan darurat pada awal April 2020.

Dia juga meminta masyarakat untuk tetap di rumah. Kemudian bisnis non-esensial juga dianjurkan untuk tutup, atau mengurangi layanan.

Baca juga: Universal Studios Jepang Dibuka Kembali Juni 2020, Terapkan New Normal

Namun, saat langkah-langkah tersebut dicabut di sebagian besar wilayah Jepang pada 14 Mei, banyak orang mulai meninggalkan rumah. Associated Press melaporkan, pertokoan pun sudah mulai dibuka kembali.

Menurut Johns Hopkins University, Jepang melaporkan sekitar 16.600 kasus virus corona yang dikonfirmasi, serta 850 kematian selama pandemi.

Ilustrasi Jepang - Hiroshima Peace Memorial.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Jepang - Hiroshima Peace Memorial.
Kini, dengan status keadaan darurat sudah dicabut sepenuhnya, dan paket stimulus 930 miliar dollar AS diimplementasikan, Abe berharap bisa meningkatkan perekonomian dan bisnis yang tengah berjuang.

Baca juga: Lucu Banget! Kafe Kebun Binatang di Jepang Dipenuhi Boneka Kapibara untuk Jaga Jarak

“Tujuan kami adalah untuk menciptakan kenormalan baru. Kami perlu pendekatan baru untuk kembali melanjutkan aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari kami,” tutur Abe, mengutip Travel and Leisure.

Perjalanan internasional masih dibatasi

Kendati status darurat dicabut, untuk perjalanan internasional, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, terdapat 111 negara yang penduduknya dilarang berkunjung ke Jepang.

Para pelancong yang pernah berada di salah satu negara tersebut--termasuk Amerika, Kanada, dan sebagian besar Eropa--dalam waktu 14 hari sebelum ke Jepang tidak diperkenankan masuk.

Mereka juga tidak diperkenankan untuk mengambil penerbangan lanjutan (connecting flight) melalui bandara Jepang.

Jika kamu berhasil mendapatkan penerbangan lanjutan di Jepang, ada kemungkinan kamu harus mengenakan masker di pesawat.

Ilustrasi Jepang - Tokyo Tower.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Jepang - Tokyo Tower.

Protokol yang berbeda di setiap maskapai penerbangan

Maskapai penerbangan All Nippon Airways (ANA), Jetstar, dan AirAsia mengharuskan penumpang dan kru kabin untuk menggunakan masker selama penerbangan.

Baca juga: IATA Tolak Aturan Phsyical Distancing di Kursi Pesawat

Maskapai penerbangan ANA, mengutip The Japan Times, memiliki aturan, penumpang yang menolak untuk menggunakan masker tidak diperbolehkan menaiki pesawat.

Kendati demikian, penumpang maskapai Japan Airlines tidak harus menggunakan masker. Maskapai hanya menerapkan protokol pengosongan kursi.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com