Garut Siapkan Protokol New Normal Pariwisata

Kompas.com - 06/06/2020, 11:10 WIB
Kolam terapi air panas dibangun di kawasan Kawah Papandayan, Garut, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017). Pengunjung bisa menikmati terapi mandi air panas sambil melihat Kawah Papandayan. KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGKolam terapi air panas dibangun di kawasan Kawah Papandayan, Garut, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017). Pengunjung bisa menikmati terapi mandi air panas sambil melihat Kawah Papandayan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kabupaten Garut mengaku sudah siap untuk secara resmi membuka kembali pariwisata. Namun, pembukaan disebut menunggu arahan pemerintah pusat.

"(Kami) enunggu arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Tapi kita sudah siap-siap apabila new normal diberlakukan (dan pariwisata boleh dibuka)," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gun Gun kepada Kompas.com, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Pariwisata Garut Dibuka, Promosi Disiapkan di Tengah Pandemi Corona

Persiapan Garut yakni memastikan seluruh pelaku industri pariwisata memiliki standar operasional prosedur (SOP) berdasarkan protokol kesehatan.

Adapun pelaku industri pariwisata yang dimaksud adalah pengelola tempat wisata, restoran, serta perhotelan.

“Minimal harus perhatikan penggunaan masker, jaga jarak, selalu cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan selalu lakukan pola hidup sehat,” kata Budi.

Pasalnya, pembukaan pariwisata Garut tidak semata-mata fokus pada ekonomi, juga keselamatan dan kesehatan.

Oleh karena itu, pada Kamis (4/6/2020), Budi mengatakan, pihaknya sudah melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan di restoran, hotel, dan tempat wisata.

Baca juga: Mengenal Nyaneut, Tradisi Minum Teh Khas Garut yang Dulu Disajikan dalam Teko Bambu

Pembukaan tempat wisata tidak bertahap

Budi mengatakan, nantinya Pemerintah Garut akan membuka tempat wisata secara serentak, baik itu wisata luar atau dalam ruangan.

"Tapi untuk wisata air belum bisa dibuka meski saat new normal nanti. Belum ada hasil dari lab yang menyatakan bahwa main di air, misal berenang, aman dari penularan virus corona," tutur Budi.

Kendati pembukaan tempat wisata dilakukan secara serentak, pihaknya akan tetap memastikan bahwa protokol kesehatan dijalani oleh pelaku pariwisata dan masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah wisatawan wajib diperiksa suhu tubuhnya, wajib cuci tangan sebelum masuk, dan wajib menggunakan masker.

Baca juga: Garut Genjot Wisata Lewat Tembakau

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X