Sulitnya Yakinkan Turis untuk Kembali Menginap di Hotel

Kompas.com - 08/06/2020, 19:01 WIB
Siluet saat senja di Jembatan Ampera yang melintang di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/8/2016). Sungai Musi menjadi bagian dari kehidupan warga Palembang dengan sejumlah akar budaya yang terdapat di sepanjang aliran sungai. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSiluet saat senja di Jembatan Ampera yang melintang di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/8/2016). Sungai Musi menjadi bagian dari kehidupan warga Palembang dengan sejumlah akar budaya yang terdapat di sepanjang aliran sungai.


JAKARTA, KOMPAS.com - Imbas Covid-19 dirasakan sektor pariwisata selama tiga bulan belakangan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan mengakui hal tersebut telah terjadi sejak Covid-19 melanda.

Ketua PHRI Sumsel Herlan Aspiudin mengatakan, pihaknya kesulitan meyakini wisatawan agar mau kembali menginap di hotel.

Baca juga: Staycation di Sumsel, Ada Diskon Hotel Hingga 70 Persen

"Paling berat ini membangkitkan kepercayaan masyarakat. Karena masyarakat ini lagi trauma takut, sehingga kalau kita paksakan buka, mereka juga belum respon. Ini jadi kendala," kata Herlan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/6/2020).

Oleh karena itu, Herlan berharap agar pemerintah segera memelopori kegiatan-kegiatan di industri pariwisata. Hal ini bertujuan agar industri pariwisata khususnya perhotelan dapat bertahan.

Ia pun menyebut bahwa pemerintah juga tak bisa bertahan jika tak ada pemasukan dari hotel dan restoran.

"Kota Palembang ini, contohnya dari sektor hotel dan restoran saja, setahun itu bisa sumbang Rp 250 milyar," ujarnya.

Baca juga: Mau Menginap di Hotel? Ikuti Protokol New Normal Ini..

Ia menuturkan PHRI kehilangan Rp 70-80 Milyar akibat pandemi. Jumlah perkiraan uang selama tiga bulan tersebut, lanjutnya, tidak masuk ke kas negara.

Ia pun tak membayangkan apabila kondisi ini terus menerus berlangsung selama tiga bulan lagi.

Ilustrasi - Kamar hotelShutterstock/Dragon Images Ilustrasi - Kamar hotel

Untuk mengatasinya, ia pun memberikan saran agar hotel-hotel dan restoran dapat disurvei kembali yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

"Misalnya, restoran kapasitasnya hanya setengah dari biasanya. Kalau biasanya 50 orang yang makan di situ, jadi sekarang hanya 25 orang, begitu. Jadi kalau orang mau makan dan sudah full 25 orang ya dia tunggu dulu, setelah orang yang di dalam selesai makan, baru dia masuk," jelasnya.

Baca juga: PHRI Rilis Buku Panduan Protokol Hotel dan Restoran Era New Normal, Seperti Apa?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X