Gunung Papandayan Buka Kembali, Operator Wisata Sudah Terima Pendaki

Kompas.com - 11/06/2020, 09:37 WIB
Hutan mati yang dipenuhi kabut, Gunung Papandayan, Jawa Barat KOMPAS.com/Tri WahyuniHutan mati yang dipenuhi kabut, Gunung Papandayan, Jawa Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat dibuka kembali, Senin (8/6/2020).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memastikan pengelola TWA Gunung Papandayan telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di hari pertama pembukaannya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksie BKSDA Konservasi Wilayah V Garut, Dodi Arisandi seperti diberitakan Antara, Senin.

"Kalau mereka tidak siap, maka ditunda pembukaannya, kalau sudah siap akan dilanjutkan untuk pembukaan," kata Dodi.

Dodi meminta kepada pihak pengelola TWA Gunung Papandayan agar serius menerapkan protokol kesehatan dari awal pintu masuk wisata.

Baca juga: Garut Siapkan Protokol New Normal Pariwisata

Adapun protokol kesehatan tersebut juga wajib dipatuhi oleh petugas dan wisatawan. Untuk itu, Dodi telah mengecek seluruh fasilitas yang ada di TWA Gunung Papandayan pada hari pertama pembukaan.

"Kami tadi mengecek ticketing, petugasnya, dan sarana yang ada, seperti menyediakan tempat cuci tangan," jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan, tempat duduk di lingkungan TWA Gunung Papandayan juga harus diatur jarak untuk menghindari kontak fisik langsung antar wisatawan.

Usai kunjungan, Dodi menilaipihak pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan yang dapat memberi kenyamanan wisata.

"Mudah-mudahan tetap dipertahankan, kebutuhan wisata terpenuhi dengan protokol kesehatan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Astri Indah Lestari (AIL) atau pengelola TWA Gunung Papandayan, Tri Persada mengungkapkan, jajarannya sudah siap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah di era new normal.

"Alhamdulillah hari ini kita mulai dengan menerapkan normal baru," kata Tri.

Baca juga: Obyek Wisata di Kabupaten Garut Mulai Buka, Kecuali Wisata Air

 

Pendaki menuruni jalur pendakian baru Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Jawa Barat, Kamis (29/6/2016). Gunung Papandayan kini memiliki jalur pendakian baru yang erletak di punggung gunung sisi kanan jalan jika dijangkau dari pintu penjualan tiket masuk Gunung Papandayan.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pendaki menuruni jalur pendakian baru Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Jawa Barat, Kamis (29/6/2016). Gunung Papandayan kini memiliki jalur pendakian baru yang erletak di punggung gunung sisi kanan jalan jika dijangkau dari pintu penjualan tiket masuk Gunung Papandayan.

Operator wisata Gunung Papandayan sudah terima wisatawan

Salah satu operator wisata yang menawarkan paket wisata Gunung Papandayan, Papandayan Trip juga mengaku sudah kembali membuka paket wisata.

Pihaknya mengatakan telah menerima wisatawan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Kami sudah menyiapkan protokol penyelenggaran trip. Saat sudah tahap sosialisasi dan simulasi bersama crew lapangan kami di antaranya mulai dari kelengkapan kendaraan, basecamp transit, crew trip, perlengkapan pendakian, dan peserta trip," kata Andri, pengelola Papandayan Trip saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: Cocok untuk Pemula, Ini Panduan Lengkap Mendaki Gunung Papandayan

Lanjut Andri, mulai dari kendaraan, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan sebelum keberangkatan dan kepulangan.

Kemudian, dalam kendaraan juga tersedia fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer. Selain itu, ada pengaturan jaga jarak yaitu satu baris kursi kendaraan hanya diisi dua orang.

Kedua, yaitu protokol kesehatan di basecamp transit. Andri mengungkapkan bahwa di basecamp transit telah tersedia tempat istirahat berjarak dan tersedia tempat cuci tangan.

Ketiga, protokol juga diterapkan untuk para crew trip mulai dari pengemudi, pemandu, porter, hingga juru masak.

"Crew yang bertugas dalam kondisi kesehatan baik atau fit. Crew yang sedang sakit dilarang bertugas. Menggunakan pelindung diri atau pelindung mata, masker, dan sarung tangan. Crew trip juga selalu membawa hand sanitizer pribadi," jelas Andri.

Baca juga: Dua Lokasi Berkemah di Gunung Papandayan

Untuk perlengkapan pendakian, operator menyiapkan perlengkapan masak dan makan yang digunakan sudah dicuci bersih dengan sabun cuci.

Andri juga menjelaskan, tenda sebelum digunakan selalu disemprot desinfektan. Adapun tenda kapasitas empat orang hanya diisi dua orang.

"Kami juga sediakan tempat cuci tangan dan perlengkapan makan atau minum di camp area," tambahnya.

Baca juga: 6 Pesona Papandayan, Gunung Api Ramah Pendaki di Barat Daya Garut

 

Pendaki berkemah di pinggir igir-igir Pos Pendakian Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016). Dari tempat berkemah, pendaki bisa melihat pemandangan matahari terbit, kawah-kawah Gunung Papandayan serta Hutan Mati dari kejauhan.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pendaki berkemah di pinggir igir-igir Pos Pendakian Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/2/2016). Dari tempat berkemah, pendaki bisa melihat pemandangan matahari terbit, kawah-kawah Gunung Papandayan serta Hutan Mati dari kejauhan.

Bagi wisatawan atau peserta trip, operator wisata telah siapkan protokol yang wajib dilakukan peserta.

Para pendaki atau peserta trip diwajibkan menggunakan pelindung diri selama trip seperti pelindung mata, masker, dan sarung tangan.

"Menjaga jarak antar peserta minimal satu meter. Selalu membawa hand sanitizer pribadi, membawa perlengkapan makan sendiri baik gelas, sendok, garpu. Wajib membawa surat keterangan sehat dari klinik, puskesmas atau rumah sakit. Peserta juga wajib mengisi formulir klausul trip," tuturnya.

Baca juga: Yuk, Berburu Cendera Mata di Kaki Gunung Papandayan

Andri mengakui, pada saat pembukaan hari pertama sudah ada pengunjung yang datang ke TWA Gunung Papandayan.

"Sudah ada delapan mobil siang kemarin yang terlihat. Tapi ini masih sepi dibandingkan biasanya sebelum Covid-19. Tepatnya berapa kami enggak hitung berapa orang dalam satu hari penuh," ungkapnya.

Ia juga mengatakan harga atau tarif paket wisata ke Gunung Papandayan dari operator miliknya. Untuk harga trip mulai dari Rp 600.000 untuk penjemputan di area Jakarta.

Harga tersebut bervariasi tergantung permintaan yang dikonsultasikan sebelum perjalanan, kata dia.

"Untuk saat ini kami tidak membuka open trip atau trip sharing dengan orang tak dikenal. Kami hanya layani private trip atau tamu yang mengumpulkan sendiri dengan siapa dia ingin pergi," kata Andri.

"Kami beranggapan dengan bepergian bersama orang yang sudah dikenal tamu akan lebih memahami riwayat kesehatannya," lanjutnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X