Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/06/2020, 15:30 WIB

 

Jangan lupa bawa hasil uji cepat

Saat pandemi virus corona (Covid-19) melanda Indonesia, Pangandaran menutup seluruh tempat wisatanya guna menyetop penyebaran virus tersebut.

Kendati demikian, pada 5 Juni 2020, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran membuka kembali kegiatan pariwisatanya khusus bagi wisatawan asal Jawa Barat.

Baca juga: Wisatawan di Pangandaran Harus Membawa Hasil Rapid Test

Sebelum dibuka kembali, mereka telah menyiapkan serangkaian protokol kesehatan. Salah satunya adalah wisatawan wajib membawa surat keterangan sehat berupa hasil rapid test (uji cepat).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman, menuturkan bahwa pemeriksaan akan dilakukan di check point perbatasan.

“Kalau maksa tapi tidak bawa surat, akan difasilitasi uji cepat,” kata Untung saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Uji cepat akan dilakukan di Tourism Information Center (TIC) Pangandaran. Setiap orang akan dikenakan biaya Rp 200.000.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Pulang Kampung, Ini 5 Tempat Wisata di Pangandaran

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi Pangandaran untuk memeriksa kesiapan new normal di sana, Kamis (11/6/2020).

Sejumlah tempat didatangi Ridwan. Mulai dari rumah sakit, tempat rapid test massal di TIC Pangandaran, hotel, hingga ke bibir pantai.

Pangandaran merupakan salah satu daerah yang masuk ke Zona Biru. Artinya, mereka diizinkan untuk melaksanakan kegiatan sampai 90 persen, termasuk pariwisata.

Ridwan menuturkan, Pangandara memiliki sejumlah kelebihan dibanding daerah lain yaitu kedisiplinan, ketegasan bupati, serta forum koordinasi pimpinan daerah.

“Orang luar Jabar sementara enggak boleh masuk dulu ke Pangandaran. Wisatawan yang datang ke Pantai Timur dan Barat harus menunjukkan rapid test,” tutur Ridwan.

“Jika tidak ada (rapid test) mohon maaf, balik kanan,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+