Wisata Bintan Tak Hanya Laut, Ada Desa Wisata yang Unik

Kompas.com - 13/06/2020, 22:07 WIB
Desa Wisata Ekang menawarkan 16 wahana untuk memberikan pengalaman terbaik. Ada Andong Kuda, Taman Kelinci, atau Pondok. Bagi penikmat mancing bahkan bisa puas menuntaskan hobinya di sini. Anda suka panahan? Dok KemenparDesa Wisata Ekang menawarkan 16 wahana untuk memberikan pengalaman terbaik. Ada Andong Kuda, Taman Kelinci, atau Pondok. Bagi penikmat mancing bahkan bisa puas menuntaskan hobinya di sini. Anda suka panahan?

JAKARTA, KOMPAS.com – Pariwisata Bintan, Kepulauan Riau, tidak lepas dari wisata bahari dan wisata olahraga. Namun, ada daya tarik lainnya yaitu pariwisata berbasis masyarakat seperti Desa Wisata Ekang.

Ketua Asita Tanjungpinang dan Bintan, Sapril Sembiring menuturkan dahulu tidak banyak orang yang mengenal Desa Wisata Ekang.

“Sekarang sudah ada spot untuk berfoto, dengan aktivitas mancing. Ada beberapa aktivitas interaktif lainnya. Bisa berkuda, menginap, dan menikmati kuliner yang disajikan,” kata, Sapril dalam sesi webinar bersama Indonesian Ecotourism Network (Indecon) berjudul “Usaha Pariwisata Berbasis Masyarakat di Bintan dalam Menghadapi Kondisi New Normal”, Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Sambut New Normal, Stakeholder Pariwisata di Bintan Diimbau Siapkan SOP Kesehatan

Sapril mengatakan bahwa desa tersebut bisa menjadi terkenal dan dijadikan sebagai desa wisata karena adanya kerjasama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan salah satu warga bernama I Wayan Santika.

Selain Desa Wisata Ekang, ada pula Desa Pengudang. Desa ini menawarkan berbagai aktivitas salah satunya edukasi seputar hutan bakau di Pengudang Bintan Mangrove.

Ada pula Istana Jendela Dunia yang letaknya tidak jauh dari Pengudang Bintan Mangrove.

Madun, warga Bintan pengelola Istana Jendela Dunia, mengumpulkan berbagai limbah yang hanyut di pantai. Mulai dari kayu, hingga televisi.

“Bagi orang-orang yang datang dan ngobrol sama dia, dia dapat inspirasi untuk membentuk kayu-kayu hanyut ini lalu diberi nama. Kedua kalinya saya datang ke sana, dia mengatakan 'Ini patung Bapak',” tutur Sapril.

Mangrove di Desa Pengudang, Bintan, KepriShutterstock/ Mr Januarius jayusman Mangrove di Desa Pengudang, Bintan, Kepri

Sapril mengatakan bahwa Bintan memiliki kegiatan pariwisata lengkap yang bisa dikembangkan lebih jauh pasca-pandemi virus corona.

Salah satunya adalah pariwisata berbasis masyarakat. Melalui pariwisata tersebut, mereka bisa mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk semakin dioptimalkan di Kepulauan Seribu.

Founder dan Director Indonesian Ecotourism Network (Indecon), Ary Suhandi, menuturkan bahwa penting bagi desa wisata untuk mempertahankan kearifan lokalnya. Terutama bagi wisatawan yang berkunjung dengan tujuan staycation.

Baca juga: Selain Gurun Pasir Telaga Biru, Bintan akan Kembangkan Desa Wisata

“Kami dari kota datang ke desa ingin menikmati suasana desa. Jangan dibalik dan disediakan semua kayak yang di kota, kami sudah bosan. Akan sangat menyenangkan bisa makan enak, aktivitas yang baik,” kata Ary.

Ary mengatakan bahwa homestay harus dipersiapkan dengan baik oleh pemilik, terlebih lagi saat era new normal dan protokol kesehatan sudah berlaku,

Menurutnya, satu kamar idealnya hanya diisi oleh satu orang. Jika untuk dua orang, pastikan ruangannya cukup untuk melakukan jaga jarak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Jalan Jalan
Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Jalan Jalan
Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Jalan Jalan
Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Whats Hot
Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Whats Hot
Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Whats Hot
Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Whats Hot
Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Whats Hot
Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X