Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/06/2020, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia berencana merancang travel bubble dengan empat negara.

Travel bubble merupakan pembukaan terbatas suatu negara dengan beberapa negara lain yang masing-masing memiliki kasus virus corona (Covid-19) yang rendah atau terkontrol.

“Kami merancang travel bubble untuk empat negara yaitu China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu, dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/6/2020).

Hal tersebut hasil pembahasan dalam rapat kabinet terbatas pada 28 Mei 2020 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Turis Mulai Bisa Kunjungi NTT pada 15 Juni

Pembukaan travel bubble dengan empat negara tersebut berhubungan dengan investasi di Indonesia.

Odo menuturkan, China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia dipilih guna mendukung keberlanjutan investasi keempat negara tersebut di Indonesia.

“Target awal memang untuk business people. Namun tidak tertutup untuk wisatawan. Setelah mulai datang, secara alamiah juga akan mendorong wisatawan untuk berkunjung,” kata Odo.

Menurut Odo, travel bubble dengan keempat negara ini merupakan protipe sebelum Indonesia benar-benar membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Baca juga: Jepang Bakal Buka untuk Turis Asing, Turis Indonesia Masih Dilarang Datang

Menurutnya, travel bubble akan merubah cara wisatawan berinteraksi dan melakukan perjalanan lintas negara. Odo mengatakan pemerintah saat ini sedang membahas kriteria mengenai travel bubble.

“Setelah ada kriteria, akan dibahas dengan beberapa negara untuk proses perundingan. Menyepakati apakah kriteria yang kita terapkan bisa sesuai dengan mereka,” kata Odo.

Jika sudah terjadi kesepakatan, travel bubble dapat dibuka. Odo mengaku bahwa sudah ada permintaan dari negara lain agar Indonesia membuka kembali jalur-jalur tertentu.

Turis asing di sawah berundak Ubud, BaliDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Turis asing di sawah berundak Ubud, Bali
Namun, kata Odo, tahap pembukaan travel bubble perlu dilakukan dengan hati-hati karena memiliki beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Adapun aspek yang dimaksud antara lain adalah kesehatan, keamanan, serta kesiapan teknis.

“Harapannya dengan membuka travel bubble, kita akan belajar plus minusnya, kekurangannya seperti apa. Dari pengalaman, bisa diterapkan dengan travel bubble ke tempat lain,” kata Odo.

Odo menuturkan penerapan travel bubble dapat mendorong adanya penerbangan langsung ke Indonesia, sehingga menghindari transit.

"Adanya direct flight, katakan dari Seoul ke Jakarta, Seoul ke Bali, atau Osaka ke Bali. Menghindari adanya transit atau transit yang terlalu lama karena di situ transmisi terjadi," tutur Odo.

Baca juga: Afrika Selatan Isyaratkan Tutup bagi Wisatawan Asing hingga 2021

Travel bubble

Beberapa negara di dunia mulai bereksperimen untuk berlakukan travel bubble saat perbatasan negara dibuka kembali guna menjalankan roda pariwisata.

Misalnya Australia dan Selandia Baru, meski hingga kini tanggal pasti kapan hal tersebut akan dimulai masih belum pasti. Travel bubble memungkinkan penduduk kedua negara tersebut berkunjung dengan bebas.

Ada juga Estonia, Latvia, dan Lithuania yang telah membentuk travel bubble dengan mencabut pembatasan bagi warga negara masing-masing.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari China ke Indonesia pada 2019 mencapai 2.072.079.

Sementara wisman dari Korea Selatan mencapai 388.316, Jepang mencapai 519.623, dan Australia mencapai 1.386.803.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunungkidul Manfaatkan Asean Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Gunungkidul Manfaatkan Asean Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Travel Update
Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Travel Promo
Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Jalan Jalan
Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Travel Update
NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

NuArt Sculpture Park Bandung: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Target Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Naik Jadi 10 Juta

Travel Update
Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Panduan Lengkap ke Taman Gajah Tunggal di Tangerang

Travel Tips
Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Wisata ke Masjid Raya Sumatera Barat, Bisa Belajar Tahsin dan Falsafah

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Harga Tiket Pesawat Lagi Murah, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Wisatawan

Travel Tips
Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Uni Eropa Setujui Rencana Visa Schengen Digital

Travel Update
Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Bujuk Turis Datang Lagi

Travel Update
Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Panduan ke Museum Taman Prasasti, Jam Buka, Rute, sampai Tips

Jalan Jalan
Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya TarikĀ 

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya TarikĀ 

Jalan Jalan
Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+