Kompas.com - 14/06/2020, 20:00 WIB
Anggota organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) sedang memanjat di jalur Sons of Bongkok tebing Gunung Bongkok, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Gunung Bongkok merupakan salah satu titik wisata panjat tebing di Jawa Barat. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOAnggota organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) sedang memanjat di jalur Sons of Bongkok tebing Gunung Bongkok, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Gunung Bongkok merupakan salah satu titik wisata panjat tebing di Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kegiatan wisata alam diprediksi akan lebih digemari baik oleh wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegra (wisman) saat era new normal.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan sembari berwisata alam dalah panjat tebing.

Pengurus PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bidang Gunung dan Tebing Alam, Jamaluddin, menuturkan, mereka telah membuat protokol panjat tebing sebagai manajemen risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

“Protokol ini sifatnya pengendalian. Saat panjat tebing, apa risiko tertular dan menularkan,” kata Jamaluddin dalam webinar Sosialisasi Edaran Tentang Protokol Covid-19, Sabtu (13/6/2020).

Protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh FPTI memiliki beberapa kategori, seperti membersihkan peralatan panjat tebing, hingga prosedur memanjat tebing.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut protokol kesehatan FPTI untuk panjat tebing:

Baca juga: Panduan Keselamatan Panjat Tebing di Skywalker Via Ferrata

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Panduan operasional membersihkan peralatan panjat tebing dengan disinfektan

  1. Pastikan peralatan sudah dibersihkan menggunakan cairan disinfektan.
  2. Rendam peralatan dengan cairan antiseptik setelah digunakan atau sebelum digunakan.
  3. Sediakan cairan disinfektan sebagai peralatan tambahan untuk membersihkan peralatan panjat tebing.
  4. Cairan disinfektan dibuat dengan larutan pemutih pakaian, dan air dengan perbandingan 20 ml pemutih pakaian dan 980 ml air.
  5. Peralatan dimasukkan dalam kemasan (packsack).
  6. Kemasan peralatan disemprot atau dibasuh disinfektan.
  7. Pastikan untuk peralatan pribadi tidak digunakan secara bergantian.
  8. Jika memungkinkan, pastikan peralatan disemprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu secara merata dan biarkan selama semenit sebelum digunakan orang lain.

Baca juga: Berita Foto: Panjat Tebing di Gunung Bongkok Purwakarta

Panduan operasional persiapan atau memulai pemanjatan

  1. Gelar alas peralatan dan alas perlengkapan di bawah jalur pemanjatan, dan letakkan peralatan dan perlengkapan di atas alas tersebut.
  2. Masing-masing pemanjat, setelah mencuci tangan, mengambil dan menggunakan peralatan pribadi (harness, chalk bag, sepatu panjat, belay device, dll).
  3. Bagi perintis pemanjatan, sematkan juga peralatan pengaman panjat termasuk lap basar berair sabun.
  4. Disarankan untuk menggunakan kapur panjat cair.
  5. Pastikan agar peralatan pribadi tidak digunakan secara bergantian.
  6. Sambungkan tali panjat pada perintis (climber) dan penambat (belayer) oleh masing-masing tanpa bersentuhan.
  7. Cuci tangan setelah selesai pemanjatan.

Baca juga: Akhir Pekan, Yuk Panjat Tebing Santai di Gunung Parang

Anggota organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) sedang memanjat tebing jalur Welcome Gunung Bongkok, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Gunung Bongkok merupakan salah satu titik wisata panjat tebing di Jawa Barat.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Anggota organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) sedang memanjat tebing jalur Welcome Gunung Bongkok, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (14/4/2019). Gunung Bongkok merupakan salah satu titik wisata panjat tebing di Jawa Barat.
Panduan operasional pemanjatan

  1. Gunakan baju lengan pendek, dan alat pelindung diri lengkap. Hindari penggunaan lanyard, jam tangan, dan perhiasan.
  2. Jika memungkinkan, gunakan masker kain.
  3. Bagi pemanjat yang berambut panjang, harap mengikat rambutnya dengan rapih.
  4. Menjaga jarak 1 – 2 meter antara orang yang satu dengan yang lain.
  5. Lakukan pemanjatan setelah para pemanjat melakukan cuci tangan.
  6. Cuci tangan dilakukan selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer berkadar alkohol 70 persen. Terutama sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata maupun setelah menyentuh instalasi publik.
  7. Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk melakukan rappel cleaning jika jalur kerap dipakai.
  8. Rappel cleaning dilakukan sambil menyemprot dan membasuh titik pengaman, bagian pegangan, sesrta pijakan. Utamakan keamanan dan kesehatan dalam melakukan kebijakan ini.
  9. Jika memungkinkna, basuh setiap hanger dengan lap basah berair sabun, termasuk belay/anchor ring pada akhir pemanjatan sport climbing.
  10. Pemanjatan dilakukan oleh minimal 2 orang, dan maksimal 5 orang pemanjat pada setiap jalur pemanjatan.
  11. Jarak pemanjat pada masing-masing jalur berjarak 2 meter termasuk pada lambung saat jatuh.
  12. Pemanjat kedua dan/atau ketiga sekaligus menyemprot dan membasuh ulang peralatan dan pengaman yang dilepas/ditinggal.
  13. Cuci tangan dan semprot/basuh sepatu panjat setelah pemanjatan selesai dilakukan.
  14. Ulangi protokol di atas jika berpindah jalur panjat dengan memperhatikan jarak aman jika bergantian dengan pasangan panjat lainnya.
  15. Pada akhir hari pemanjatan, cuci perlengkapan pendukung sesuai aturan pembersihan seperti biasa.
  16. Setelah melakukan pencucian, lakukan disinfektasi sebagaimana saat protokol persiapan panjat tebing untuk peralatan yang diangkut ke kendaraan dan berkendara pulang.

Baca juga: Anak Usia 7 Tahun, Yuk Ajak Panjat Tebing Gunung Parang

Dewan Penasehat FPTI, Adi Seno Sosromulyono, menuturkan bahwa panjat tebing bersifat mandiri. Tidak seperti sepak bola, risiko terinfeksi virus corona hampir tidak ada.

Kendati demikian, dia tidak menampik jika seorang pemanjat bisa tertular, atau menjadi orang tanpa gejala (OTG) dalam perjalanan menuju atau sesudah panjat tebing.

“Prinsipnya, saat berkegiatan, kita harus ikuti protokol yang telah disusun dan ikuti pemerintah. Panduan ini akan berubah, tapi minimal ada bahan untuk kita ikuti dulu sebelum memanjat,” tutur Adi Seno.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.