Kompas.com - 15/06/2020, 09:07 WIB
Pulau Waigeo, Wisata Raja Ampat, Papua. SHUTTERSTOCK/MARIUS DOBILASPulau Waigeo, Wisata Raja Ampat, Papua.

KOMPAS.com – Raja Ampat memiliki banyak pilihan tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi pasca-pandemi virus corona.

Best time untuk ke Raja Ampat adalah Oktober – Mei. Dalam arti, laut mulai tenang, cuaca bagus. High season kami di akhir tahun. Lautnya teduh, pemandangan bagus,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Ranny Iriani Tumundo, dalam Festival Libur Lebaran Atourin, Raja Ampat Virtual Tour, Minggu (7/6/2020).

Kendati saat ini lebih baik di rumah saja, kamu bisa rencanakan perjalanan ke Raja Ampat untuk liburan pasca-pandemi virus corona.

Namun sebelum berlibur ke sana, Ranny mengimbau agar calon wisatawan membawa botol minum dan kantung sampah sendiri guna melakukan wisata ramah lingkungan. Selain itu, patuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Berikut daftar 5 tempat wisata menarik di Raja Ampat yang patut dikunjungi yang telah Kompas.com rangkum, Selasa (9/6/2020).

1. Piaynemo

Puncak Piaynemo terkenal sebagai tempat berfoto karena menawarkan panorama menghadap laut.

Wisatawan bisa melihat beberapa pulau kecil di sekitar yang membentuk laguna dengan gradasi warna unik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat tiba, wisatawan akan disambut langsung oleh masyarakat lokal yang menjual es kelapa seharga Rp 15.000.

Salah satu spot berfoto di kawasan wisata Piaynemo, Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto diambil pada Kamis (26/7/2018)Kompas.com/Sherly Puspita Salah satu spot berfoto di kawasan wisata Piaynemo, Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat. Foto diambil pada Kamis (26/7/2018)
Para pedagang tersebut berasal dari tiga desa di dekatnya, yaitu Desa Saupapir, Desa Pam, dan Desa Saukabu.

"Setiap minggu desa-desa tersebut bergantian jualan agar pendapatan sama rata,” tutur Ranny.

Lebih kurang sebanyak 320 anak tangga harus dilewati sebelum mencapai puncak Piaynemo. Waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepanjang perjalanan, kamu bisa istirahat sejenak sembari menikmati alam di beberapa tempat yang sudah disediakan.

2. Telaga Bintang

Ciri khas dari Telaga Bintang adalah lokasi beberapa pulau kecil di dekatnya yang menciptakan sebuah laguna berbentuk bintang.

Kamu bisa lihat pemandangan tersebut dari puncaknya. Bahkan jika air sedang surut, kamu bisa lihat beberapa koral yang menghiasi pasir putih.

Jika beruntung, Ranny menuturkan wisatawan bisa melihat penyu atau bayi hiu yang sedang berenang.

Pengunjung obyek wisata Telaga Bintang di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memanfaatkan keindahan alam gugusan gunung-gunung karst dengan berfoto untuk promosi. Selain memiliki keindahan alam laut, kabupaten kepulauan ini juga memiliki pesona daratan yang belum banyak digarap. Potensi yang ditawarkan antara lain pengamatan burung cenderawasih, kakaktua, dan nuri serta trekking cagar alam.KOMPAS/ICHWAN SUSANTO Pengunjung obyek wisata Telaga Bintang di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memanfaatkan keindahan alam gugusan gunung-gunung karst dengan berfoto untuk promosi. Selain memiliki keindahan alam laut, kabupaten kepulauan ini juga memiliki pesona daratan yang belum banyak digarap. Potensi yang ditawarkan antara lain pengamatan burung cenderawasih, kakaktua, dan nuri serta trekking cagar alam.

“Ke sini dari Piaynemo hanya 5 menit. Lansia disarankan tidak ke sini karena tidak ada tangga kayu, kita pakai karang yang dijadikan pijakan. Tidak boleh pakai sendal,” kata Ranny.

Untuk menuju puncak, wisatawan akan dibatasi hanya 10 orang saja dalam satu waktu. Saat sampai di atas, waktu hanya dibatasi lebih kurang 30 menit.

Apabila Telaga Bintang sedang ramai, waktu untuk melihat pemandangan di puncak hanya 15 menit agar wisatawan lain bisa melihat pemandangan dari sana.

 

3. Wayag

Selain Piaynemo, Wayag juga kerap dikunjungi wisatawan saat ke Raja Ampat. Pemandangan yang ditawarkan pun tidak kalah indahnya.

“Uniknya, laguna di Wayag itu dijadikan tempat nursing ikan pari Manta. Di sini tidak boleh pakai jet ski, speed boat tidak boleh kencang karena akan menakuti baby manta. Hormatilah yang punya tempat,” kata Ranny.

Tidak hanya ikan pari manta, kamu juga bisa lihat beberapa penyu yang sedang berenang dari puncak Wayag. Jika menghadap ke arah barat, Pulau Gebe di Maluku Utara juga akan terlihat.

Kepulauan Wayag di Raja Ampat, Papua.BARRY KUSUMA Kepulauan Wayag di Raja Ampat, Papua.

Kendati demikian, keindahan Wayag dan sekitarnya tidak bisa dinikmati oleh semua orang.

“Guide juga sering tanya punya penyakit apa, harus tanda tangan dulu,” tutur Ranny.

Terlebih mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebab untuk naik ke puncaknya, wisatawan harus melewati bebatuan karena tidak ada tangga kayu.

“Kalau terjadi apa-apa bukan tanggung jawab kami. Terkadang saking senangnya, orang lupa kalau mereka dehidrasi, dan lain-lain. Sebaiknya jangan memaksakan diri,” imbuhnya.

4. Manta Point, Misool

Spot ini merupakan salah satu spot menyelam di Misool. Arusnya cukup besar, namun terdapat beberapa bebatuan yang membentuk bukit untuk dijadikan pijakan.

Ranny menuturkan bahwa ikan pari manta sering terlihat berenang di sekitar bebatuan tersebut.

“Menyelam tidak boleh lebih dari dua jam, bahkan kalau bisa kurang dari satu jam. Harus gantian agar di satu spot tidak banyak orang, nanti ikannya malah tidak ada,” kata Ranny.

Ilustrasi ikan pari manta.PIXABAY Ilustrasi ikan pari manta.

Di Manta Point terdapat pos penjaga. Sebelum menyelam, wisatawan harus melapor untuk mengetahui jadwal menyelam.

Jika ada waktu kosong dan kuota menyelam per hari masih ada, maka wisatawan tersebut bisa menyelam. Jika tidak, wisatawan harus tunggu esok hari.

5. Puncak Harfat

Puncak Harfat merupakan salah satu tempat untuk treking di Misool. Sama seperti Piaynemo, ada tangga kayu untuk menuju puncak sehingga aman bagi lansia.

Selain menawarkan pemandangan lautan, Puncak Harfat juga memiliki gua yang dihiasi oleh ukiran unik yang terbentuk secara alami.

“Ada lafal Allah di dinding gua yang terjadi secara alami. Nama guanya adalah Gua Keramat karena bagi masyarakat Muslim di Raja Ampat dianggap keramat,” tutur Ranny.

Ranny menuturkan, pada saat menjelang bulan puasa, masyarakat setempat menuturkan bahwa terkadang mereka bisa mendengar lantunan salawat dan bunyi rebana dari gua tersebut.

Untuk menuju ke Gua Keramat, terdapat beberapa aturan yang perlu ditaati. Di antaranya adalah tidak boleh bicara kotor dan tidak perlu berisik.

“Di bagian dalam gua ada laguna. Orang-orang bisa masuk ke sana dan berenang. Bisa lihat stalaktit,” kata Ranny.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.