Tarik Turis Belanja Kerajinan, NTT Perlu Punya Pusat Oleh-oleh

Kompas.com - 15/06/2020, 12:30 WIB
Ragam kain tenun NTT yang dipajang di Fashionlink Showroom & Market, Jakarta Fashion Week di Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa(22/10/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraRagam kain tenun NTT yang dipajang di Fashionlink Showroom & Market, Jakarta Fashion Week di Senayan City, Jakarta Selatan, Selasa(22/10/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur mengusulkan beberapa hal untuk menyambut wisatawan saat pariwisata NTT dibuka kembali.

Salah satu usulan yang diutarakan oleh Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat yaitu perlu adanya satu toko pusat oleh-oleh yang menyediakan semua produk kerajinan dari NTT atau sistem one stop shopping.

Hal ini, menurutnya, akan berguna bagi wisatawan yang ingin membeli kerajinan dari NTT tetapi tak sempat bepergian ke setiap daerah di sana.

"Kami perlu, produk kerajinan dari semua daerah di NTT untuk ada satu tempat belanja bagi wisatawan," kata Julie dalam webinar ASITA bertajuk New Normal dan Kesiapan Provinsi Nusa Tenggara Timur Menyambut Wisatawan", Rabu (10/6/2020).

"Karena mungkin wisatawan itu hanya datang ke satu daerah saja, belum sempat ke tempat (kabupaten NTT) lainnya. Nah, dari situ dia bisa beli semua produk kerajinan dari seluruh NTT," lanjutnya.

Baca juga: Labuan Bajo Jadi Pilot Project Pemulihan Pariwisata NTT

Julie mengakui Dekranasda NTT telah memiliki kantor yang pada lantai satu dimanfaatkan sebagai toko oleh-oleh kerajinan khas NTT.

Julie juga mengatakan, semua produk kerajinan tersebut dibeli Dekranasda dari para pelaku UMKM NTT.

"Kami di Dekranasda enggak ada yang namanya konsinyasi. Kami semua beli dengan cash and caring. Barang ada, kami transfer. Kami kerja sama dengan UMKM yang mana syaratnya harus terdaftar di Dinas Koperasi, agar bisa terpantau apakah sudah ada izin dan lainnya," jelasnya.

Ia menuturkan hal ini juga sebagai langkah membantu sektor UMKM pariwisata NTT. Julie mengatakan perlu adanya kerja sama dengan lintas sektor.

Kain tenun Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain tenun Nusa Tenggara Timur.

Ia mencontohkan misalnya satu tempat di NTT ingin memanfaatkan jagung sebagai usaha makanan, yaitu membuat keripik jagung.

Baca juga: Buka Pariwisata, NTT Bakal Ramai Wisatawan Nusantara

"Tapi di daerah tersebut enggak punya listrik dan air. Kan enggak mungkin saya jalan sendiri, harus lintas sektor untuk mendukung fasilitas yang lainnya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa yang turut hadir dalam webinar, membenarkan adanya program Gubernur NTT tersebut.

Wayan mengatakan, pariwisata NTT sudah diberikan anugerah menjadi salah satu daerah kepulauan dengan destinasi pariwisata kelas dunia terbanyak secara nasional.

"Ini destinasi kelas dunia terbanyak di Indonesia. Mudah-mudahan kita juga bisa jadi nomor satu juga untuk kunjungan wisatawan ketika sudah dibuka nanti," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X