Bagaimana Rencana Travel Bubble di Negara-negara ASEAN?

Kompas.com - 17/06/2020, 08:15 WIB
Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura. SHUTTERSTOCKIlustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.

 

Singapura akan luncurkan fast lane

Minister for National Development Singapura, Lawrence Wong, menuturkan, diskusi seputar jalur khusus guna melanjutkan kembali perjalanan di ASEAN, bahkan blok yang lebih luas di Asia, harus dilakukan dalam waktu yang akan datang.

Oleh karena itu, mengutip Straits Times, Kamis (2/6/2020), kesepakatan bilateral yang tengah dibicarakan oleh berbagai negara harus rampung terlebih dahulu untuk memungkinkan pengaturan regional yang lebih luas.

“Beberapa gagasan jalur hijau dan travel bubble, banyak diskusi tengah terjadi sekarang di tingkat bilateral,” ungkap Wong kepada Straits Times.

“Namun pada masa yang akan datang, saya cukup yakin kita bisa memperluasnya ke konsep regional juga,” lanjutnya.

Pekan lalu, Singapura mengumumkan, mereka berencana meluncurkan pengaturan “jalur cepat” awal bulan ini dengan China.

Hal tersebut dilakukan guna memfasilitasi perjalanan esensial untuk tujuan bisnis dan dinas antara dua negara tersebut.

Baca juga: Negara-negara ASEAN Tidak Masuk Travel Bubble Indonesia, Ini Alasannya

Ilustrasi Singapura - Buddha Tooth Relic Temple.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Singapura - Buddha Tooth Relic Temple.

Aturan tersebut pertama akan berlaku bagi Singapura dan enam provinsi, atau perkotaan yang langsung berada di bawah pemerintahan pusat China.

Adapun kota yang dimaksud antara lain adalah Shanghai, Tianjin, Chongqing, Guangdong, Jiangsu, dan Zhejiang. Namun wilayah secara bertahap akan diperluas ke provinsi dan kota lain di China.

Wong menuturkan, gambaran penting dibalik rencana tersebut adalah pengujian virus corona dari keberangkatan, dan mugkin pada saat kedatangan.

“Lalu ada verifikasi tes. Dengan hasil tes, maka tidak perlu ada periode karantina. Saat seseorang berada di dalam negeri, kami akan membutuhkan beberapa mekanisme untuk bisa melacak di mana orang tersebut menggunakan TraceTogether,” tutur Wong.

Kendati demikian, Wong menegaskan, pengaturan tersebut akan terbatas pada perjalanan esensial guna mengontrol jumlah pelancong.

Diskusi fast lane Singapura sedang berlangsung dengan negara-negara lain termasuk Korea Selatan, Selandia Baru, dan Malaysia.

Baca juga: Travel Bubble Indonesia Bakal Prioritaskan Wisata Alam

Thailand akan rumuskan perjanjian bilateral untuk travel bubble

Ilustrasi Thailand - Wat Rong Khun.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Thailand - Wat Rong Khun.
Mengutip Straits Times, Kamis (11/6/2020), Thailand tengah merumuskan perjanjian guna memudahkan perjalanan selama pandemi virus corona.

Rumusan tersebut, menurut ajudan Perdana Menteri Thailand, Bansarn Bunnag, akan berlangsung dalam pertemuan virtual pada 26 Juni 2020. Perdana Menteri Prayut Chan-ocha- akan ikut dalam pertemuan tersebut.

Bansarn menuturkan, sejumlah wilayah di China, juga negara Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Selandia Baru telah menunjukkan ketertarikan untuk menjelajahi kemungkinan travel bubble.

Pada Jumat (12/6/2020), Thailand mungkin membatalkan sebagian besar penertiban domestik usai melonggarkan lockdown beberapa pekan terakhir, usai kasus virus corona menurun.

Pariwisata domestik di Thailand telah dimulai kembali. Namun pada saat yang bersamaan, mereka berlakukan keadaan darurat hingga Juni.

Perbatasan negara dibatasi, dan sebagian besar penerbangan internasional dilarang masuk ke Negeri Gajah Putih.

Sebelumnya, Prayut menuturkan bahwa Thailand berencana untuk membuat travel bubble melalui kesepakatan bilateral yang dirancang untuk mengendalikan virus saat perbatasan negara dibuka kembali.

Adanya koridor perjalanan dengan negara-negara yang dianggap dapat mengendalikan virus dapat membuat wisatawan kembali tanpa harus melalui syarat karantina.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X