Travel Bubble, Upaya Selandia Baru dan Australia Bangkitkan Pariwisata

Kompas.com - 17/06/2020, 09:50 WIB
Gedung Opera di Sydney, Australia. ThinkstockGedung Opera di Sydney, Australia.

Sementara Guam melaporkan lebih dari 140 kasus virus corona dan lima kematian. Beberapa negara di kawasan ini menutup perbatasan negara lebih awal untuk mencegah kemungkinan penyebaran.

Namun, pandemi menghantam industri pariwisata mereka. Dengan memperluas travel bubble Austraia dan Selandia Baru, diharapkan dapat membantu industri pariwisata di negara-negara Kepulauan Pasifik kembali bangkit.

“Bagi banyak orang, ini sangat sulit. Beberapa sudah kembali ke desa mereka. Orang-orang hanya berjuang untuk bertahan hidup,” kata Director of The Development Policy Center at Australian National University di Canberra, Stephen Howes, mengutip dari CNN.

Roberts setuju bahwa travel bubble akan menguntungkan bagi Kepulauan Pasifik. Menurutnya, tanpa pariwisata, negara-negara di kawasan ini berada dalam kesulitan besar.

“Dalam hal bantuan ekonomi pada tetangga kami di Kepulauan Pasifik, ini akan menjadi hal yang baik yang bisa kami lakukan untuk mereka selama kami melakukannya dengan aman,” tutur Roberts.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X