Kompas.com - 18/06/2020, 22:15 WIB

 

Pembatasan pengunjung masih akan dibahas

Terkait pembatasan pengunjung per hari untuk ketiga tempat wisata tersebut, Titik masih belum bisa memberitahu karena hal tersebut masih sedang dalam tahap pembahasan.

Sebab, terdapat beberapa pertimbangan yang harus dibicarakan oleh Jatim Park Group dan Tim Satgas Covid-19, salah satunya adalah area tempat wisata.

Titik mengatakan, Tim Satgas Covid-19 baru bisa ditemui dan melakukan survei di tempat wisatanya pada pekan depan.

"Misalkan satu hektar itu bisa untuk menampung sekian orang, kita akan sesuaikan dengan area," kata Titik.

"Apakah di area ada bangunan, ada taman, yang akhirnya akan mengurangi jumlah manusia untuk di satu hektar itu. Masih akan kita bahas," lanjutnya.

Baca juga: Menguak Rahasia di Balik Batu Secret Zoo

Kendati jumlah pengunjung maksimum selama era new normal masih belum pasti, namun Titik mengatakan pihaknya sudah memiliki cara untuk membatasi pengunjung nantinya.

Dia yakin akan menerima bantuan dari Pemerintah Kota Bantu dalam pemberian personel untuk membantu mengedukasi pengunjung akan protokol kesehatan yang berlaku.

"Rencananya setiap hari ada pembatasan penjualan tiket," kata Titik.

Harga tiket dan jam operasional akan berubah

Titik mengungkapkan, harga tiket ke masing-masing tempat wisata akan mengalami perubahan. Hal ini berkaitan dengan atraksi wisata yang akan dibuka atau ditutup.

“Misal Rumah Hantu, pasti ditutup. Ada beberapa wahana permainan untuk anak juga mungkin ditutup. Besok akan lihat pastinya kira-kira wahana apa saja yang ditutup di Jatim Park 2,” kata Titik.

Sementara untuk Eco Green Park, atraksi wisata Rumah Terbalik sudah pasti akan ditutup. Menurutnya, penutupan atraksi wisata akan berpengaruh dengan harga tiket.

Baca juga: Batu Secret Zoo, Kebun Binatang Terfavorit di Asia

Namun, pihaknya akan gencar promosi guna menggerakkan wisatawan agar mereka berlibur di Kota Batu. Dia juga tidak menampik akan adanya harga khusus.

“Jam operasional kami menunggu keputusan Satgas. Ini butuh waktu untuk disosialisasikan kembali. Jam operasional akan berubah sesuai Perwali atau tidak itu nanti setelah ada pertemuan dengan Satgas,” ungkap Titik.

Untuk pembelian tiket, semua akan dilakukan secara daring melalui online travel agent (OTA) dan situs resmi mereka.

Namun, pihaknya juga masih berlakukan pembelian tiket secara langsung bagi mereka yang kurang paham akan pembelian daring.

“Di kasir kita pun nanti kalau pengunjung terpaksa bayar pakai debit atau kredit, kita siapkan protokol kesehatan secara general. Kasir kita menggunakan masker, penutup wajah, ada juga hand sanitizer di tempat kasir,” kata Titik.

“Kemudian setelah gesek kartu, kasir harus kembali pakai hand sanitizer. Protokol kesehatan itu selalu kita sampaikan, termasuk kepada pengunjung setelah mereka terima kartu debit atau kredit,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.