Wisata Petualangan di Sumut Tak Hanya Danau Toba, Ada Leuser dan Asahan

Kompas.com - 19/06/2020, 16:24 WIB
Lomba kayak internasional, Toba Wild International Adventure Festival 2019 berlangsung di Sungai Asahan, Provinsi Sumatra Utara mulai Rabu (4/12/2019) hingga Sabtu (7/12/2019). Toba WildLomba kayak internasional, Toba Wild International Adventure Festival 2019 berlangsung di Sungai Asahan, Provinsi Sumatra Utara mulai Rabu (4/12/2019) hingga Sabtu (7/12/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sumatera Utara, Solahuddin Nasution mengatakan, beberapa kabupaten di Sumatera Utara memiliki potensi pariwisata petualangan, tak hanya kabupaten sekitar Danau Toba.

Baca juga: Camping sampai Offroad di Danau Toba, Aneka Potensi Wisata Petualangan Dairi

"Masih banyak kabupaten lain yang menyimpan potensi wisata di bidang adventure tourism. Misalnya Kabupaten Langkat punya Taman Nasional Gunung Leuser. Hutan tropis di sana sangat digemari wisatawan mancanegara seperti Eropa selama ini," kata Solahuddin dalam webinar Sumatera Utara Tourism Forum bertajuk "Adventure Tourism Promotion And Marketing Strategies Under Covid-19/New Normal", Rabu (17/6/2020).

Selain Kabupaten Langkat, ia mengatakan kawasan Tapanuli Selatan juga memiliki potensi sama dengan hutan yang masih alami.

Lanjutnya, kabupaten lain yaitu Mandailing Natal berpotensi mengembangkan pariwisata petualangan dengan mengandalkan Taman Nasional Batang Gadis.

Sungai Asahan

Bergeser ke Kabupaten Asahan, menurut Solahuddin, daerah tersebut juga berpotensi dikembangkan wisata petualangan karena ada Sungai Asahan.

Baca juga: Huta Ginjang, Tempat Terbaik Melihat Pemandangan Danau Toba

"Sungai Asahan seperti kita kenal itu tempat wisata rafting yang sangat luar biasa. Sungai Asahan ini katanya merupakan tempat rafting nomor tiga di dunia setelah sungai Colorado di Amerika dan satu sungai di Afrika," jelasnya.

Solahuddin menuturkan ASITA siap membantu pengembangan pariwisata di Sumatera Utara, termasuk pariwisata petualangan.

"Kami yang bergerak di dunia industri ini, siap memberikan masukan, ide, gagasan bagaimana sektor pariwisata ini dapat berjalan normal seperti sebelum adanya Covid-19 ini. Karena Covid-19 ini luar biasa dahsyat menekan dan mengancam sektor pariwisata," pungkasnya.

Seekor orangutan mengendong anaknya di hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (17/5/2012). KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQ Seekor orangutan mengendong anaknya di hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (17/5/2012).
Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyatakan kesiapan dalam mengembangkan potensi wisata petualangan di Kabupaten Dairi.

Kabupaten yang terletak di sekitar Danau Toba ini memiliki tiga wisata unggulan yaitu Tao Silalahi, Taman Wisata Iman, dan Taman Wisata Alam Sicike-cike.

"Kami punya tiga wisata unggulan yaitu Tao Silalahi, Taman Wisata Iman, dan Taman Wisata Alam Sicike-cike, semuanya itu dapat di-combine dengan pariwisata petualangan," kata Eddy.

Dengan kurva kasus Covid-19 yang sampai saat ini tersisa satu orang positif, ia yakin bahwa daerahnya mampu menyambut new normal dengan cepat dan dapat mengembangkan sektor pariwisata.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Jalan Jalan
Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Jalan Jalan
Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Jalan Jalan
Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Whats Hot
Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Whats Hot
Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Whats Hot
Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Whats Hot
Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Whats Hot
Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X