Astindo Minta Pemerintah Berikan Solusi Soal Refund Top Up Deposit

Kompas.com - 19/06/2020, 22:04 WIB
Suasana gelaran Astindo Travel Fair 2020 pada hari pertama, Jumat (21/2/2020). KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYASuasana gelaran Astindo Travel Fair 2020 pada hari pertama, Jumat (21/2/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agent Indonesia ( Astindo) Pauline Suharno menegaskan, pemerintah perlu turut campur tangan dalam mengatasi persoalan refund tiket pesawat di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah perlu mengatur proses refund yang berkaitan dengan top up deposit--sejumlah uang yang dibayarkan oleh travel agent ke maskapai untuk transaksi di masa mendatang.

Baca juga: Kenapa Maskapai Tak Bisa Refund Tiket dalam Bentuk Uang Tunai?

"Kendala top up depositsekarang, dari pengalaman kami dengan maskapai penerbangan domestik yang sudah bangkrut seperti Adam Air, Mandala, Batavia dan lainnya," kata Pauline dalam webinar Astindo, Kamis (18/6/2020).

"Top up deposit travel agent yang mengendap di sana, yang masih mengawang-awang itu, ternyata masuk ke aset maskapai," lanjutnya.

Kondisi pailit maskapai, sangat menyulitkan travel agent untuk mendapatkan kembali haknya dan hak dana penumpang.

Baca juga: Proses Refund Antara Travel Agent dan Maskapai, Kenapa Terlihat Rumit?

Terlebih lagi, menurut dia, travel agent berada di posisi bawah dalam kreditur. Ia pun mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan RI untuk membuat peraturan tentang top up deposit.

"Jadi kami tidak lagi berada di posisi yang dirugikan," kata Pauline.

Menurutnya, saat ini maskapai terkesan beroperasi menggunakan uang travel agent dan konsumen.

"Saldo itu mengendap di rekening maskapai, uang refund customer mengendap di situ juga, kita enggak pernah bisa tarik, bahkan enggak tahu uang itu ada di mana," jelasnya.

 Baca juga: Maskapai Diminta Jelaskan Soal Refund Tiket kepada Calon Penumpang

Oleh karena itu, ia beranggapan, uang travel agent dan penumpang telah dipakai maskapai untuk operasional sehari-hari pada masa sulit seperti sekarang.

"Mungkin ini yang harus kita atur ke depannya, agar lebih fair juga untuk travel agent dan juga konsumen," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X