Kompas.com - 19/06/2020, 22:04 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno menegaskan, pemerintah perlu turut campur tangan dalam mengatasi persoalan refund tiket pesawat di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah perlu mengatur proses refund yang berkaitan dengan top up deposit--sejumlah uang yang dibayarkan oleh travel agent ke maskapai untuk transaksi di masa mendatang.

Baca juga: Kenapa Maskapai Tak Bisa Refund Tiket dalam Bentuk Uang Tunai?

"Kendala top up depositsekarang, dari pengalaman kami dengan maskapai penerbangan domestik yang sudah bangkrut seperti Adam Air, Mandala, Batavia dan lainnya," kata Pauline dalam webinar Astindo, Kamis (18/6/2020).

"Top up deposit travel agent yang mengendap di sana, yang masih mengawang-awang itu, ternyata masuk ke aset maskapai," lanjutnya.

Kondisi pailit maskapai, sangat menyulitkan travel agent untuk mendapatkan kembali haknya dan hak dana penumpang.

Baca juga: Proses Refund Antara Travel Agent dan Maskapai, Kenapa Terlihat Rumit?

Terlebih lagi, menurut dia, travel agent berada di posisi bawah dalam kreditur. Ia pun mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan RI untuk membuat peraturan tentang top up deposit.

"Jadi kami tidak lagi berada di posisi yang dirugikan," kata Pauline.

Menurutnya, saat ini maskapai terkesan beroperasi menggunakan uang travel agent dan konsumen.

"Saldo itu mengendap di rekening maskapai, uang refund customer mengendap di situ juga, kita enggak pernah bisa tarik, bahkan enggak tahu uang itu ada di mana," jelasnya.

 Baca juga: Maskapai Diminta Jelaskan Soal Refund Tiket kepada Calon Penumpang

Oleh karena itu, ia beranggapan, uang travel agent dan penumpang telah dipakai maskapai untuk operasional sehari-hari pada masa sulit seperti sekarang.

"Mungkin ini yang harus kita atur ke depannya, agar lebih fair juga untuk travel agent dan juga konsumen," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.