[POPULER TRAVEL] APD Awak Kabin Garuda | Kisruh Refund Tiket Pesawat

Kompas.com - 20/06/2020, 07:12 WIB
Pesawat Garuda Indonesia Doumen humas Kementerian PariwisataPesawat Garuda Indonesia

KOMPAS.com - Sejumlah berita masuk jajaran terpopuler Travel Kompas.com selama beberapa hari belakangan--salah satunya adalah alat pelindung diri ( APD) yang dipakai awak kabin Garuda Indonesia.

Berita terpopuler lainnya adalah PT KAI menyediakan  face shield yang wajib dipakai penumpang saat naik kereta api, rencana  travel bubble negara-negara ASEAN.

Kemudian, kisruh refund tiket pesawat antara travel agent dan maskapai penerbangan, serta alasan maskapai tidak bisa refund dalam bentuk uang tunai .

Berikut lima berita terpopuler Travel Kompas.com selama beberapa hari belakangan.

Apakah Benar Awak Kabin Garuda Indonesia Tak Akan Pakai APD?

Ilustrasi pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia. SHUTTERSTOCK/LEONY EKA PRAKASA Ilustrasi pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menjelaskan secara lengkap mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD) yang dipakai awak kabin pesawat.

Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Ade R Susardi mengatakan, awak kabinnya tidak memakai APD seperti di rumah sakit.

"APD-nya yang kayak bagaimana? Seperti yang di rumah sakit? Tidak. Kita tidak pakai seperti itu. Saya setuju tidak pakai seperti itu," kata Ade dalam konferensi pers di Pelataran Hutan Kota Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

"Tapi, kita pakai masker dan sarung tangan, termasuk untuk penyajian makanan penumpang," lanjutnya.

Baca selengkapnya di sini.

Wajib Dipakai Saat Naik KA Jarak Jauh, Face Shield Disediakan

Petugas merapikan pelindung wajah di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020). Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi dan ada satu kereta yang diberangkatkan yakni dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto di Jawa Tengah, pengoperasian diikuti dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas merapikan pelindung wajah di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2020). Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi dan ada satu kereta yang diberangkatkan yakni dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto di Jawa Tengah, pengoperasian diikuti dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengoperasikan kembali perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan KA Lokal Reguler mulai 12 Juni 2020.

Menyambut new normal, PT KAI juga menerapkan protokol kesehatan dalam pengoperasian kembali KA Reguler ini, salah satunya yaitu penggunaan face shield untuk penumpang KAJJ.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam Live Instagram @kompascom TravelTalk, Selasa (16/6/2020) mengatakan, Daop 1 akan menyediakan face shield bagi penumpang KAJJ yang wajib digunakan selama perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan.

"Penggunaan face shield baik itu pada saat sudah tiba di stasiun, setelah boarding, akan berangkat kereta, selama perjalanan hingga sampai di stasiun tujuan. Itu yang akan diterapkan kepada seluruh pengguna jasa kereta api jarak jauh," kata Eva dalam Live Instagram bertajuk "Naik Kereta Api Jarak Jauh di Era New Normal dari Jakarta, Seperti Apa?".

Baca selengkapnya di sini.

Proses Refund Antara Travel Agent dan Maskapai, Kenapa Terlihat Rumit?

Seorang penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunjukan tiket pesawat sebelum boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus.ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL Seorang penumpang maskapai China Eastern tujuan Shanghai China menunjukan tiket pesawat sebelum boarding di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (5/2/2020). China Eastern merupakan pesawat terakhir yang melakukan penerbangan setelah pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan memutuskan mulai 5 Februari 2020 jam 00.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunda penerbangan dari dan menuju daratan Cina terkait terus berkembangnya kasus penyebaran Novel Coronavirus.
Proses pengembalian dana atau refund tiket penumpang pesawat masih menjadi polemik yang bergulir di masyarakat.

Banyak masyarakat yang sudah mengajukan refund, tetapi mengeluh lantaran pengembalian dana tidak dalam bentuk tunai melainkan voucer.

Lamanya proses pengembalian dana dari maskapai dan travel agent hingga ke tangan customer juga membuat publik bertanya apa sebenarnya yang terjadi di balik proses refund tersebut.

Pengamat penerbangan Jaringan Penerbangan Indonesia, Gerry Soejatman menjelaskan duduk masalah dari lamanya proses pengembalian dana ke customer berawal dari maskapai yang tidak mengembalikan refund dalam bentuk tunai kepada travel agent, melainkan saldo.

Baca selengkapnya di sini.

Bagaimana Rencana Travel Bubble di Negara-negara ASEAN?

Ilustrasi Ratu Boko.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Ratu Boko.
Travel bubble merupakan dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Langkah ini dilakukan guna memudahkan penduduk dalam gelembung untuk bepergian, serta menghidupkan kembali bisnis yang sebelumnya tutup karena pandemi virus corona (Covid-19).

Beberapa analis memprediksikan, mengutip VOA News, negara-negara Asia Pasifik yang memiliki penanganan cepat terkait virus corona akan mempertimbangkan koridor perjalanan tersebut.

Salah satu analis tersebut adalah Gary Bowerman, Tourism and Consumer Analyst yang memiliki fokus pada Asia.

Bowerman menuturkan, saat ini sebagian besar negara tengah memperhatikan satu sama lain sembari melihat siapa yang akan bergerak lebih dulu.

Baca selengkapnya di sini.

Kenapa Maskapai Tak Bisa Refund Tiket dalam Bentuk Uang Tunai?

Pesawat Garuda IndonesiaKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Pesawat Garuda Indonesia
Polemik pengembalian dana atau refund tiket penumpang pesawat masih menjadi perbincangan hangat.

Maskapai penerbangan yang sudah berbulan-bulan terdampak pandemi dan menghentikan penerbangannya, juga dipersulit dengan kondisi didesak calon penumpang untuk mengembalikan dana dalam bentuk tunai.

Pemerintah pun memberikan solusi kepada maskapai untuk bisa mengembalikan dana dalam bentuk travel voucer, ataupun akun kredit pada penumpang--tidak harus berbentuk tunai.

Lantas apa alasannya?

Pengamat penerbangan Jaringan Penerbangan Indonesia, Gerry Soejatman mengatakan, ada penjelasan yang baik dari The International Air Transport Association (IATA) mengenai refund berbentuk travel voucer.

Baca selengkapnya di sini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X