Malaysia Berharap Adanya Travel Bubble Bersama Indonesia

Kompas.com - 20/06/2020, 11:07 WIB
Kompleks Candi Prambanan. DOK. PUSKOMPUBLIK KEMENPAREKRAFKompleks Candi Prambanan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Minister of Tourism, Arts, and Culture Malaysia, Nancy Shukri, menuturkan bahwa Malaysia menerima lebih dari 3,6 juta wisatawan Indonesia pada tahun 2019.

“Angka ini membuat Indonesia menduduki peringkat kedua dalam hal menghasilkan wisatawan asing ke Malaysia pada tahun yang sama,” ujar Nancy dalam webinar “Reset Restart Recover Tourism: Regional Tourism Collaborative Opportunities post-Covid-19 for Malaysia and Indonesia”, Jumat (19/6/2020) malam.

Baca juga: Apa Itu Travel Bubble? Ini Penjelasan Lengkapnya

Melihat hal tersebut, Nancy menuturkan bahwa Malaysia tentu menikmati hubungan baik yang terjalin dengan Indonesia di bidang pariwisata. Nancy menuturkan pihaknya memiliki dua perwakilan badan pariwisata di Indonesia.

“Penempatan dua pejabat pariwisata Malaysia di Indonesia, satu di Jakarta dan satu di Medan, menunjukkan pentingnya pasar Indonesia bagi industri pariwisata kami,” tuturnya.

Ada beberapa rencana dari pihak Malaysia untuk mempromosikan pariwisata Malaysia untuk wisatawan asing, yaitu melalui kedatangan dari pasar dengan penerbangan jarak dekat (short houl) seperti negara-negara ASEAN, serta pariwisata lintas perbatasan (cross border)," ujar Nancy.

Nancy juga berharap adanya kerja sama antara Malaysia dan Indonesia untuk menciptakan travel bubble.

“Jadi, kami berharap Malaysia dan Indonesia akan memulai travel bubble,” imbuhnya.

Kuala Lumpur, MalaysiaThinkStock Kuala Lumpur, Malaysia

Travel bubble adalah kondisi ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol laju virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Gelembung ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

Namun, lanjut Nancy, implementasi travel bubble antara Malaysia dan Indonesia bergantung pada pembahasan bilateral dengan mempertimbangkan beberapa aspek.

Adapun aspek yang dimaksud adalah kesehatan, imigrasi, pelacakan data, dan pemantauan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait di masing-masing negara.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa negara-negara tetangga bisa dijadikan sebagai peluang dalam memulai kembali pariwisata internasional melalui travel bubble.

“Saya rasa ini sedang dibicarakan di kabinet. Tapi, saat ini kami harus menunjukkan kepada dunia terlebih dahulu bahwa kami bisa menanggulangi Covid-19, dan protokol kesehatan sudah diterapkan,” ujar Nia.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia pada 2019 adalah 2.980.753.

“Jumlah wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia pada 2019 lebih kurang berada di angka 2 juta. Lebih banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke sana,” ujar Nia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X