6 Cara Bali Terapkan CHS Pariwisata, Libatkan Pecalang dan Desa Adat

Kompas.com - 21/06/2020, 22:04 WIB
Foto dirilis Jumat (22/5/2020), memperlihatkan pecalang meminta wisatawan mancanegara balik arah terkait penutupan sementara kawasan wisata Pantai Balangan, Badung. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFFoto dirilis Jumat (22/5/2020), memperlihatkan pecalang meminta wisatawan mancanegara balik arah terkait penutupan sementara kawasan wisata Pantai Balangan, Badung.


JAKARTA, KOMPAS.com - Pariwisata Bali hingga kini belum dibuka, namun Pemerintah Provinsi Bali menyatakan telah menyiapkan beberapa langkah guna menerapkan Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang diusung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini dalam Live Streaming "Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif", Minggu (21/6/2020) menyampaikan enam poin langkah strategis Pemprov Bali dalam penerapan Standar Operasional Prosedural (SOP) CHS.

Baca juga: Meski Protokol Kesehatan Diperketat, Bali Masih Jadi Daya Tarik Utama Pariwisata

"Pertama adalah Pemprov Bali membentuk Gugus Tugas dimulai dari puncaknya Pemprov Bali kemudian dibantu pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, dan yang unik juga adalah dibantu oleh pemerintah desa adat," kata Ida.

Sebut dia, pemerintahan desa adat membantu pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara tetap mengunggulkan kearifan lokal Bali.

Kedua, Pemprov Bali juga menerapkan screening ketat di setiap pintu masuk Bali sebagai upaya pencegahan dan implementasi protokol kesehatan pada seluruh fasilitas publik.

Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali.

"Misalnya, di bandara Ngurah Rai, seluruh penumpang pesawat harus menunjukkan hasil test PCR/Swab, sedangkan di pelabuhan itu penumpang harus menunjukkan hasil rapid test negatif," ujarnya.

Adapun saat ini, ungkap Ida, pemprov tak lagi membiayai test rapid. Semua biaya ditanggung sendiri oleh para penumpang.

Ketiga, semua penumpang baik pesawat maupun kapal wajib mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC).

"Kartu ini berisi informasi bagi penumpang terkait kondisi terkini kesehatan masyarakat di Bali. Jadi itu tidak saja memberikan keyakinan kepada para penumpang yang datang ke Bali bahwa mereka harus sehat, tapi juga salah satu cara kami untuk menjaga kesehatan masyarakat di Bali," jelasnya.

Baca juga: Menparekraf Dorong Pemprov Bali Lakukan 3 Tahap Pembukaan Aktivitas

Keempat, ia mengatakan Bali telah memiliki 14 rumah sakit yang siap menangani Covid-19. Bali juga telah memiliki tiga laboratorium yang siap menyediakan test PCR.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X