Kompas.com - 22/06/2020, 15:40 WIB
Panorama Sydney Opera House di kala matahari terbenam, (22/8/2010). SHUTTERSTOCK/LAUREN ORRPanorama Sydney Opera House di kala matahari terbenam, (22/8/2010).

KOMPAS.com – Australia sudah berhasil dalam mengontrol krisis virus corona (Covid-19). Namun, mereka tidak akan terburu-buru dalam membuka kembali perbatasan negara.

Seperti Selandia Baru, Australia memiliki tingkat infeksi yang rendah karena aturan jaga jarak dan kontrol perbatasan negara yang ketat.

Baca juga: Travel Bubble, Upaya Selandia Baru dan Australia Bangkitkan Pariwisata

Melansir Lonely Planet, Rabu (17/6/2020), perjalanan non-esensial dilarang sejak Maret 2020.

Bahkan, Menteri Pariwisata Simon Birmingham menuturkan, ada kemungkinan Australia tidak memperkenankan pelancong internasional masuk sepanjang 2020.

“Saya merasa sedih bahwa dalam hal perjalanan terkait pariwisata di atau keluar Australia, ini masih tidak memungkinkan hingga waktu yang lama,” kata Birmingham kepada National Press Club menurut The Australian, mengutip Lonely Planet.

Baca juga: Paling Banyak Dikunjungi Turis, Ini 6 Tempat Wisata Gratis di Sydney

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pengecualian mungkin berlaku bagi mahasiswa internasional dan pengunjung jangka panjang. Birmingham mengusulkan, aturan karantina yang berlaku bisa diterapkan pada mereka.

“Kita bisa berlakukan periode karantina 14 hari yang telah bekerja dengan baik dalam hal membawa pulang warga Australia ke negara ini dengan aman,” ungkap Birmingham.

Pada Mei, para ahli dibalik travel bubble Australia-Selandia Baru, juga disebut trans-Tasman travel bubble, menuturkan rencana tersebut bisa diberlakukan paling cepat pada September.

Sebab, kedua negara tersebut berencana untuk memulai kembali pariwisata sebelum musim panas tiba.

Baca juga: Berkunjung ke Canberra, Rugi jika Belum Hiking di Tidbinbilla

Melalui perjanjian travel bubble, para pelancong antar negara tidak perlu melalui prosedur karantina wajib 14 hari setelah hal tersebut aman untuk dilakukan.

Namun berdasarkan komentar Birmingham baru-baru ini, walau masih belum pasti, berlakunya travel bubble mungkin masih jauh.

Sebagai upaya dalam mendorong warga Australia mengambil keuntungan dari banyaknya peluang perjalanan dalam negeri, pemerintah Australia meluncurkan Love Australia Project bulan lalu.

Proyek tersebut berisi tips dan trik seputar hal-hal terbaik yang bisa dilihat dan dilakukan di seluruh Australia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.