Kompas.com - 23/06/2020, 09:25 WIB
Ilustrasi Kamboja - Royal Palace. SHUTTERSTOCKIlustrasi Kamboja - Royal Palace.

JAKARTA, KOMPAS.com – Director General of Tourism Development and International Cooperation Cambodia, H.E. Thong Rathasak, menegaskan, Kamboja tidak pernah menutup perbatasan negara.

Menurutnya, Kamboja terbuka bagi seluruh wisatawan, asalkan memenuhi persyaratan yang berlaku. Salah satunya adalah melakukan deposit sebesar 3.000 dollar AS, setara dengan Rp 42.642.150.

“Seluruh wisatawan yang masuk ke Kamboja, baik warga Kamboja atau warga negara lain, harus melakukan deposit sebesar 3.000 dollar AS pada saat kedatangan,” ujar Thong dalam acara bincang virtual “Way Forward for Tourism in ASEAN”, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: Myanmar dan Kamboja Tangguhkan Visa untuk Turis

Sementara bagi wisatawan asing, mereka juga harus bisa menunjukkan bukti asuransi kesehatan senilai 50.00 dollar AS, setara dengan Rp 710.450.000.

“Seluruh wisatawan, baik warga Kamboja atau warga negara lain, wajib memiliki sertifikat kesehatan berstatus negatif Covid-19 yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan masing-masing negara dalam waktu 22 jam sebelum kedatangan,” kata Thong.

Mengutip Ttrweekly, Senin (15/6/2020), aturan deposit tertulis dalam daftar harga yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Kamboja, yang juga mengetuai Ministerial Committee to Combat Covid-19.

Baca juga: Protokol New Normal di Bandara Kamboja, Semua Penumpang Harus Tes Swab

Pembayaran deposit bisa dilakukan dengan bank pada titik masuk guna menutup biaya medis dan karantina.

Deposit bisa dilakukan secara tunai, atau otomatis dikurangi dari kartu kredit mereka. Namun, pembayaran deposit serta asuransi kesehatan tidak berlaku bagi pelancong diplomatik, atau pejabat pemerintahan.

 

Ilustrasi Kamboja - Angkor Wat.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Kamboja - Angkor Wat.
Langkah kesehatan lainnya bagi wisatawan dan pelancong diplomatik atau pejabat pemerintahan

Thong menuturkan, wisatawan dan pelancong diplomatik atau pejabat pemerintahan harus menuruti langkah tambahan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kamboja dan Kementerian Kesehatan.

“Saat kedatangan, mereka akan dibawa ke pusat pengujian Covid-19 dan tinggal di sana selama 24 jam untuk menunggu hasil,” tutur Thong.

Baca juga: Tuk-tuk, Transportasi Mirip Delman di Angkor Wat Kamboja

Awal pekan lalu, saluran berita lokal memberikan rincian daftar harga yang mencakup pengeluaran terkait pengujian wajib di pusat pengujian Covid-19 sebelum wisatawan diizinkan masuk ke Kamboja secara resmi.

Mereka harus membayar 100 dollar AS, untuk tes swab PCR dan menginap di akomodasi pusat pengujian.

Selanjutnya, biaya transfer bus dikenakan lima dollar AS sekali jalan menuju pusat pengujian, 30 dollar AS untuk menginap sembari menunggu hasil tes Covid-19 keluar, dan 30 dollar AS untuk biaya makan tiga kali sehari.

“Jika satu atau dua orang dites positif, maka seluruh penumpang pesawat akan dikarantina selama 14 hari di lokasi yang sudah ditentukan oleh Menteri Kesehatan,” kata Thong.

Baca juga: Berlibur ke Kamboja, Lebih Baik Bawa Dollar AS atau Riel?

Kemudian, biaya lain yang harus dibayar adalah akomodasi dan makanan sebesar 30 dollar AS, laundry sebesar 15 dollar AS, pengawasan medis sebesar lima dollar AS per hari, dan tiga dollar AS untuk layanan keamanan selama karantina.

Wisatawan yang dinyatakan positif dan menunjukkan gejala perlu melakukan perawatan di rumah sakit dan membayar lima dollar AS untuk ditransfer ke rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pemerintah setempat.

Mereka akan melalui empat tes virus corona seharga 100 dollar AS selama tinggal di rumah sakit. Sementara itu, kamar rumah sakit dikenakan biaya sebesar 30 dollar AS per hari.

Mereka juga harus membayar 150 dollar AS untuk perawatan per hari, 30 dollar AS untuk makan, dan layanan laundry sebesar 15 dollar AS.

Jika mereka meninggal, biaya kremasi dan pemakaman adalah 1.500 dollar AS. Seluruh biaya yang disebutkan secara otomatis dikurangi dari deposit yang telah dilakukan.

Baca juga: Pub Street, Tempat Turis Menikmati Malam di Kamboja

Menurut Lonely Planet, Kamis (18/6/2020), sisa uang deposit akan dikembalikan jika seseorang, serta seluruh penumpang, dinyatakan negatif virus corona (Covid-19).

Thong menuturkan, per 17 Juni 2020, Kamboja memiliki 128 kasus infeksi virus corona, 126 angka pemulihan, serta nol kematian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X