Berapa Biaya Naik Pesawat dan Tes Covid-19 Selama Pandemi?

Kompas.com - 24/06/2020, 14:05 WIB
Ilustrasi pesawat AirAsia SHUTTERSTOCK/LEONY EKA PRAKASAIlustrasi pesawat AirAsia


JAKARTA, KOMPAS.com - Bepergian pada masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Sebab, kini semua alat transportasi umum memiliki persyaratan tambahan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Salah satu persyaratannya yakni penumpang wajib menyertakan dokumen tambahan berupa hasil test Rapid ataupun Swab/PCR test.

Masyarakat ingin bepergian wajib menunjukkan hasil tes tersebut yang menyatakan negatif Covid-19--termasuk ketika menggunakan pesawat.

Proses rapid maupunswab test rata-rata tidak gratis. Penumpang harus merogoh kocek tambahan terlebih dahulu.

Baca juga: Catat, Masuk ke Bali Masih Harus Tunjukkan Hasil Tes PCR

Lantas, berapa biaya yang dikeluarkan penumpang pesawat untuk pembelian tiket dan biaya tes Covid-19?

Kompas.com wawancara calon penumpang pesawat saat masa pandemi corona.

Calon penumpang pesawat, Brigitta Patricia (25), menceritakan pengalamannya membeli tiket pesawat dari Bali ke Yogyakarta.

Ia juga mendaftar rapid test sebagai keperluan syarat penerbangan pada masa pandemi.

Bali ke Yogyakarta Total 1,17 Juta Termasuk Rapid Test

Brigitta mengeluarkan biaya total, termasuk rapid test dan tiket pesawat, yakni Rp 1,17 juta untuk naik pesawat dari Bali ke Yogyakarta pada 8 Juli mendatang.

Baca juga: SIKM DKI Jakarta Masih Berlaku, Ini Cara Urusnya

Sebenarnya, tujuan sebenarnya bukan ke Yogyakarta, melainkan pulang ke rumahnya di Semarang, Jawa Tengah.

Namun, harga tiket pesawat Bali ke Yogyakarta lebih murah daripada ke Semarang, sehingga membuat ia memilih penerbangan tersebut.

"Aku udah booked dari Bali ke Yogyakarta, awalnya mau dari Bali ke Semarang langsung tapi lonjakan tiketnya gila sampai Rp 2,5 juta sampai Rp 2,6 juta ke Semarang," kata Brigitta saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

"Akhirnya aku ambil low-fare flight-nya AirAsia, dapat yang Rp 820.000 udah sama bagasi," lanjutnya.

Baca juga: Catat, Syarat Terbaru Naik Pesawat Udara

Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Untuk pulang kembali ke Semarang melalui Yogyakarta, Brigitta harus melengkapi dokumen tambahan seperti surat keterangan kerja dari kantornya di Bali, dan melakukan rapid test.

Baca juga: Cerita Penumpang Pesawat di Masa PSBB: Kesulitan Dapat SIKM ke Jakarta

"Aku udah jadwalin Minggu depan mau rapid test di Rumah Sakit Universitas Udayana, biayanya sekitar Rp 350.000. Kalau swab itu tes metodenya kan PCR jadi Rp 900.000. Aku ambil yang rapid," ujarnya.

Ia mengatakan keputusannya mengambil rapid test lantaran Provinsi Bali mengizinkan masyarakat yang keluar dari Bali hanya perlu menunjukkan hasil rapid test.

"Kalau keluar dari Bali kayaknya oke-oke aja ya ambil rapid test. Nah, kalau yang masuk ke Bali itu kan baru harus disertakan swab test dengan metode PCR," terangnya.

Artwork atau karya seni memenuhi semua sisi Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA). Bentuknya ada diorama, relief hingga patung. Semuanya menunjukkan Yogyakarta.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Artwork atau karya seni memenuhi semua sisi Bandar Udara Yogyakarta International Airport (YIA). Bentuknya ada diorama, relief hingga patung. Semuanya menunjukkan Yogyakarta.

Pendaftaran rapid test di Bali tak begitu sulit

Ia juga mengungkapkan, untuk memperoleh rumah sakit yang menyediakan rapid test maupun swab test di Bali tak begitu sulit.

Bahkan, menurutnya, pendaftaran rapid test dapat dilakukan hanya melalui aplikasi WhatsApp.

Ia hanya perlu menghubungi RS Universitas Udayana melalui WhatsApp. Setelah itu, pihak RS akan melayani pendaftarannya.

Baca juga: Naik Pesawat Garuda Bisa Sekalian Tes Rapid dan Swab, Apa Syaratnya?

Pada saat proses pendaftaran, ia bercerita, harus mengisi beberapa formulir online sebelum akhirnya dijadwalkan rapid test.

"Enggak gitu mahal kalau biayanya (rapid test), hanya yang bikin rada emosi itu kan masa berlakunya sekitar 3-7 hari," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan tiket pesawat berbiaya rendah saat ini sudah sulit ditemukan.

"Kalau mau naik pesawat yang low budget kayak AirAsia, enggak semua hari tersedia, misalnya satu minggu itu cuman ada 3-4 kali penerbangan. Kasusnya ya kayak aku yang ke Yogyakarta ini," jelasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X