Kompas.com - 24/06/2020, 18:19 WIB
KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (19/9/2019). Ranu Kumbolo menjadi sumber air bersih bagi pendaki Gunung Semeru. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (19/9/2019). Ranu Kumbolo menjadi sumber air bersih bagi pendaki Gunung Semeru.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat mengatakan, hingga kini TNBTS masih belum dibuka.

Menurutnya, TNBTS baru akan dibuka apabila sudah melalui berbagai tahapan dan terdapat kesepakatan dari semua pihak, mulai dari daerah hingga pusat.

"Setelah tahapan kita tempuh dan semua pihak sepakat dan siap. Kita akan segera umumkan. Karena di new normal wisata ini kami tentunya perlu dukungan para pihak atau tidak bisa dilakukan sendiri," kata Sarif melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Ia juga menegaskan, bahwa apabila TNBTS diizinkan buka akan dilakukan secara bertahap dan hanya untuk kegiatan one day trip saja.

"Jadi kami tegaskan lagi sesuai arahan dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) pembukaan wisata akan dilakukan bertahap dan untuk kegiatan one day trip. Kemudian akan dilakukan evaluasi setiap minggunya," tegasnya.

Baca juga: Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo Tetap Digelar, Tertutup untuk Wisatawan

Pria yang akrab disapa Ayip ini mengatakan, hingga kini TNBTS telah membagi proses persiapan menuju new normal ke dalam empat tahap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahapan pertama, ia mengatakan TNBTS akan menunggu surat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengenai pembukaan wisata konservasi.

KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). Ranu Kumbolo menjadi sumber mata air bagi pendaki yang akan naik ke puncak Gunung Semeru.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). Ranu Kumbolo menjadi sumber mata air bagi pendaki yang akan naik ke puncak Gunung Semeru.

"Sesuai hasil arahan press conference kemarin, kami masih menunggu surat Menteri LHK mengenai pembukaan wisata konservasi," ujarnya.

Selain itu, tahapan kedua, pihaknya sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedural (SOP) terkait wisata di era new normal.

SOP tersebut, kata dia, merujuk pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020.

"Yang mana akan kami diskusikan, bahas dan sosialisasikan dengan para pihak terkait," terangnya.

Lebih lanjut, TNBTS juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait rekomendasi berdasarkan hasil konferensi pers pada Senin 22 Juni, yang menyatakan pembukaan wisata konservasi untuk kawasan atau daerah dengan zona hijau atau kuning.

"Mengingat Gugus Tugas Covid-19 kewenangan pemerintah daerah atau Bupati," tambahnya.

Hal tersebut akan dilakukan dalam tahapan ketiga menuju new normal TNBTS.

Pada tahapan selanjutnya yang juga telah disiapkan pihak TNBTS selama masa pandemi adalah terkait sarana pendukung new normal.

Baca juga: 29 Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Boleh Buka Kembali

Ayip menyebut pihaknya sudah menyiapkan berbagai sarana pendukung jika sewaktu-waktu TNBTS dapat kembali dibuka pada saat new normal.

Wisatawan berkuda di kawasan Gunung BromoDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Wisatawan berkuda di kawasan Gunung Bromo

Adapun sarana tersebut merujuk protokol kesehatan di antaranya face shield, masker, thermo gun, perangkat booking online, hand sanitizer, pengaturan sosial distancing dan persiapan petugas.

Terkait booking online bagi para pengunjung, Ayip menyebut masyarakat dapat mengaksesnya melalui bookingbromo.bromotenggersemeru.org

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Senin 22 Juni mengumumkan, kawasan-kawasan pariwisata alam yang direncanakan dibuka secara bertahap.

Baca juga: Pemerintah Umumkan Kawasan Pariwisata Alam Indonesia Dibuka Bertahap

Pembukaan ini untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko covid paling ringan.

Salah satu kawasan pariwisata alam yang dapat dibuka adalah Taman Nasional.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam kesempatan yang sama menuturkan, terdapat tiga taman nasional yang rencananya akan dibuka yaitu Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru (BTS), dan Rinjani.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Jalan Jalan
3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

Jalan Jalan
Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

BrandzView
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.