Gunung Ciremai Dibuka Hanya untuk Trekking, Apa Bedanya dengan Pendakian?

Kompas.com - 27/06/2020, 18:11 WIB
Pendaki melewati jalur pendakian Gunung Ciremai dari Base Camp Palutungan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPendaki melewati jalur pendakian Gunung Ciremai dari Base Camp Palutungan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).


JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa kawasan wisata alam seperti Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) telah kembali dibuka untuk kunjungan umum secara bertahap.

Salah satu TN yang telah dibuka adalah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat yang resmi buka kembali pada Jumat (26/6/2020) untuk Kabupaten Kuningan.

Kepala Balai TNGC Kuswandono mengatakan, pihaknya membuka kunjungan umum hanya untuk kegiatan trekking dan penyediaan makanan serta minuman, pada tahap pertama.

"Jadi kami buka hanya untuk trekking, bukan pendakian di tahap pertama ini. Jadi pendakian tidak diizinkan untuk sementara waktu," kata Kuswandono, dalam webinar Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), bertajuk "Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi" Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Ini Daftar 29 Kawasan Pariwisata Alam yang Siap Dibuka

Lantas, apa perbedaan trekking dan pendakian gunung?

Kuswandono menjelaskan, kegiatan pendakian merupakan kegiatan wisata alam dengan berjalan kaki hingga sampai ke puncak gunung.

Sementara itu, kegiatan trekking tidak sampai ke puncak gunung, meskipun jalur yang digunakan adalah jalur pendakian.

"Jadi kalau di Gunung Ciremai itu kan pendakiannya normal dua hari satu malam, otomatis ada waktu menginap. Nah, ini tak diperbolehkan, maka dibuat trekking saja atau trip satu hari tanpa menginap," jelasnya.

Kuota pengunjung dan batas jalur

Ia kemudian mengungkapkan, pihaknya sudah membuat kuota kapasitas pengunjung trekking dan penetapan batas jalur.

Sebagai contoh, kata dia, di Kabupaten Kuningan yaitu jalur Palutungan, trekking hanya bisa sampai Cigowong. Kemudian untuk trekking di jalur pendakian Linggajati hanya dapat sampai di Pamerangan.

"Untuk jalur pendakian Linggasana, trekking-nya hanya sampai Ki Jamuju. Lalu untuk Majalengka, jalur pendakian Apuy, trekking-nya hanya sampai Tegal Masawa," terangnya.

Selain itu, daya tampung atau kuota pengunjung juga dibatasi untuk jalur trekking Cigowong yaitu 60 orang, Pamerangan 28 orang, Ki Jamuju 26 orang, dan Tegal Masawa 55 orang.

Ia juga menjelaskan, pada tahap pembukaan pertama untuk trekking maksimal rombongannya hanya empat orang.

Pendaki di area puncak Gunung Ciremai, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki di area puncak Gunung Ciremai, Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Terkait registrasi, pengunjung trekking dapat melakukan secara offline di basecamp. Adapun waktu operasionalnya akan dilayani loket mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Para pengunjung juga diimbau wajib mengenakan masker dan membawa hand sanitizer, membawa makanan dan minuman cukup.

Tambahan persyaratan lainnya adalah perihal administrasi. Khusus bagi pengunjung dari luar daerah Kuningan, Majalengka dan Cirebon wajib menyertakan surat keterangan bebas Covid-19.

Baca juga: Gunung Ciremai Mulai Dibuka, Hanya untuk Trekking Satu Hari

"Tapi ini masih akan kami konsultasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 baiknya surat bebas Covid dalam bentuk rapid atau swab test," ujarnya.

Melalui akun Instagram resmi Gunung Ciremai @gunung_ciremai juga membeberkan perbedaan trekking dan pendakian.

Dalam akun tersebut memuat gambar dengan informasi bahwa pendakian akan dilakukan pada pembukaan tahap kedua yang mana akan ditetapkan kapasitas pengunjung sebanyak 40 persen dari kuota normal.

Kemudian, maksimal rombongan juga dituliskan sebanyak delapan orang, dan para pendaki harus melakukan registrasi online melalui website Gunung Ciremai.

Pendakian Gunung Ciremai juga akan diatur soal berkemah yang mana pendaki harus mendirikan kemah di Transit Camp dan berisi satu tenda maksimal dua orang.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X