Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/06/2020, 16:11 WIB

“Intinya, kita harus bisa hadir di pasar dengan menampilkan konten-konten yang memberi inspirasi pada wisatawan,” ujar Nia.

Baca juga: Pariwisata Dibuka Saat Pandemi, Ini Syarat hingga Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi

Sementara itu, Ngurah Swajaya sepakat dan siap mendukung strategi yang disiapkan Kemenparekraf/Baparekraf.

“Kami akan membuat konten-konten terkait penanganan Covid-19 di Indonesia dan disiarkan melalui seluruh media yang kami miliki,” ungkapnya.

Ngurah menambahkan, pasar domestik di Indonesia berpotensi luar biasa. Namun, perlu ditopang wisatawan mancanegara. Tujuannya agar citra pariwisata di Indonesia terus berada di benak wisatawan.

Senada dengan Ngurah, Pratito Soeharyo mengatakan bahwa pihaknya juga akan mendorong para diaspora Indonesia di Laos untuk mempromosikan kebijakan pariwisata Indonesia.

“Kami telah memiliki berbagai program untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di Laos. Salah satunya mendorong pembukaan penerbangan langsung dari Luang Prabang ke Bali,” imbuh Pratito.

Pratito menambahkan, pihaknya juga telah memiliki rencana program family trip untuk Key Opinion Leaders (KOL) dan jurnalis dari Laos.

Baca juga: Sah, Kini Ada Acuan Protokol Kesehatan Khusus Sektor Pariwisata Indonesia

Sementara itu, Kosmas Harefa mengatakan bahwa pihaknya memiliki 13 program dalam mendukung sektor pariwisata di masa normal baru atau pascapandemi Covid-19.

Adapun salah satu program tersebut, ungkap Kosmas, adalah sinkronisasi anggaran belanja terkait pariwisata yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.

“Kami juga mendorong anggaran belanja perjalanan dinas dalam negeri seluruh kementerian dan lembaga agar dialokasikan ke daerah yang bergantung pada sektor pariwisata, termasuk kegiatan MICE,” jelasnya.

Kosmas menambahkan, jumlah anggaran tersebut tidaklah sedikit, sehingga diharapkan dapat menjadi kekuatan perekonomian di destinasi wisata Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+