Puncak Bogor Padat Wisatawan Asal Jakarta, Ini Respons Kadispar Jabar

Kompas.com - 30/06/2020, 16:20 WIB
Penampakan arus lalu lintas di Puncak Pass Bogor sampai Masjid AttaAwun mengalami kemacetan sekitsr pukul 13.42 WIB, Minggu (21/6/2020) KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANPenampakan arus lalu lintas di Puncak Pass Bogor sampai Masjid AttaAwun mengalami kemacetan sekitsr pukul 13.42 WIB, Minggu (21/6/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau warga DKI Jakarta untuk tidak berwisata ke wilayah Jabar.

Adapun wilayah yang dimaksud adalah Puncak Bogor, Jabar. Imbauan diberikan guna menyikapi kawasan Puncak yang dipadati wisatawan asal Jakarta pada akhir pekan.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Warga Jakarta Tidak Berwisata ke Puncak Bogor

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar Deddy Taufik menuturkan, pihaknya ingin kondisi virus corona (Covid-19) di Jabar terkontrol.

“Bukan kita tidak menerima, tapi kita ingin kontrol kondisi ini agar semakin hari semakin landai dengan kedisiplinan,” ujar Deddy kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Tempat Wisata Jabar Masih Belum Terima Wisatawan KTP Luar Daerahnya

Deddy melanjutkan, saat ini pihaknya juga sedang befokus pada pariwisata lokal khusus warga Jabar guna memudahkan mereka melakukan pelacakan.

Terkait Kabupaten Bogor, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, serta menyarankan untuk membatasi pergerakan wisatawan di kawasan Puncak Bogor hanya menerima dari Jabar.

Mengetatkan pengecekan di perbatasan

Guna menjaga agar arus wisatawan yang masuk ke seluruh wilayah Jabar, Deddy berencana untuk melakukan beberapa langkah.

Baca juga: Jawa Barat Jamin Kesehatan Wisatawan Saat New Normal

Salah satunya adalah diberlakukannya pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) di seluruh check point perbatasan setiap wilayah Jabar.

“Kita akan arahkan ke sana. Harusnya diberlakukan rapid test atau pengecekan. Sekarang kita perketat,” ungkap Deddy.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X