Pilihan Wisata Malam di Jakarta, Yuk Coba

Kompas.com - 04/07/2020, 19:16 WIB
Pembeli menunggu pesanan martabak di depan Martabak 65A yang terletak di Jalan Pecenongan no 65A, Jakarta. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPembeli menunggu pesanan martabak di depan Martabak 65A yang terletak di Jalan Pecenongan no 65A, Jakarta.

 

Kulineran di Pecenongan

Sehabis menikmati keindahan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, kami diajak wisata kuliner di Pecenongan.

Mulai dari Restoran Putien, Martabak Pecenongan 65A, hingga Nasi Uduk Sri Rostika Pecenongan.

Restoran Putien terletak di Jalan Sukarjo Wiryopranoto, Sawah Besar, Pecenongan, Jakarta Pusat. Jika kamu ingin mencicipi makan di salah satu restoran peraih Michelin Guide 2016, Putien ini lah tempatnya.

Putien Sawah Besar ini merupakan gerai pertama restoran Putien Singapura di Jakarta. Menu makan favorit yang harus kamu jajal di sini adalah Putien Lor Mee.

Menurut Cindy, harga satu porsi Lor Mee paling kecil dibandrol Rp 78.000. Harga tersebut terbilang sesuai dengan isi makanan yang ditaruh dalam mangkuk besar, kata dia.

Beralih dari Putien, masih ada Martabak Pecenongan 65 A. Letaknya ada di Jalan Pecenongan Nomor 65A, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Fried Heng Hwa Bee Hoon, salah satu hidangan khas dari restoran Putien. Fried Heng Hwa Bee Hoon, salah satu hidangan khas dari restoran Putien.

Martabak satu ini bisa dibilang legendaris di Jakarta karena sudah berdiri sejak 1970-an. Cerita Cindy, martabak ini didirikan oleh pria Bandung bernama Agustinus.

Cindy menjelaskan, martabak Pecenongan juga merupakan pelopor dari keberadaan martabak kekinian di Jakarta sekitar tahun 2013.

"Ingat enggak ada martabak kekinian, pakai topping Toblerone, Nutella. Nah yang pertama banget bikin martabak itu ya di sini 65 A," terangnya.

Harga martabak kekinian di Martabak Pecenongan 65A berkisar mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 160.000.

Baca juga: 4 Makanan Rekomendasi di Bubur Cikini H.R Suleman, Ada Martabak yang Legendaris

Berikutnya Nasi Uduk Sri Rostika yang terletak di Jalan Pecenongan Nomor 57 Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Nasi udukSHUTTERSTOCK Nasi uduk

Nasi Uduk Sri Rostika termasuk salah satu penjual pertama nasi uduk di Pecenongan sekitar 1970-an.

Jika makan di sini, patut menjajal sambal pedasnya. Hal ini diungkapkan Cindy karena ketika ia mencoba langsung makan nasi uduk di sini, rasa pedas sambal benar-benar seperti menampol dirinya.

Selain itu, yang wajib dijajal lainnya adalah kol goreng. Satu porsi nasi uduk dan ayam kampung dibandrol Rp 33.000.

Nasi Uduk Sri Rostika buka mulai pukul 18.00-00.30 WIB.

Video mapping Monas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA Video mapping Monas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).

Melihat air mancur dan video mapping di Monumen Nasional

Pilihan wisata malam lainnya di Jakarta adalah dengan melihat pertunjukan air mancur dan video mapping di Monas, Jakarta Pusat.

Monas yang dikenal dengan ikon Kota Jakarta ini juga menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Jakarta, tidak hanya siang, juga malam hari.

Hal ini karena daya tarik Monas tidak hanya pada saat mengunjungi ruangan di dalam Monas sendiri, melainkan juga di luar ruangan.

Baca juga: Keindahan Air Mancur Menari Monas

Cindy mengatakan, pada malam hari, pengunjung dapat melihat pertunjukan air mancur menari yang letaknya di dekat patung MH. Thamrin.

Air mancur menari atau Jakarta Monas Fountain di Monas, Jakarta Pusat, dapat dinikmati selama libur lebaran. Air mancur ini biasanya hanya dapat dinikmati pada akhir pekan. Gambar ini diambil pada Minggu (13/8/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Air mancur menari atau Jakarta Monas Fountain di Monas, Jakarta Pusat, dapat dinikmati selama libur lebaran. Air mancur ini biasanya hanya dapat dinikmati pada akhir pekan. Gambar ini diambil pada Minggu (13/8/2017).

"Gratis juga, semua bisa lihat setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.30 dan 20.30 malam," katanya.

Jika ingin ke Monas malam hari, satu catatan Cindy, bawa lah obat nyamuk yang banyak. Hal tersebut karena, kata dia, tak sedikit nyamuk yang bisa menggigitmu di sana.

Selain melihat air mancur menari, pada waktu tertentu, pengunjung juga bisa melihat pertunjukan video mapping misalnya menjelang pergantian tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X