Pilihan Wisata Malam di Jakarta, Yuk Coba

Kompas.com - 04/07/2020, 19:16 WIB
Suasana malam pergantian tahun baru di Monas Jakarta, Rabu (1/1/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDISuasana malam pergantian tahun baru di Monas Jakarta, Rabu (1/1/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta tak hanya dikenal sebagai ibukota Indonesia sekaligus pusat pemerintahan dan perekonomian, melainkan juga salah satu destinasi wisata.

Berwisata di Jakarta, bisa dilakukan pada pagi, siang, sore, hingga malam hari. Biasanya, malam hari akan lebih didominasi oleh anak-anak muda yang menikmati suasana malam ibukota, terlebih di akhir pekan.

Kendati pandemi masih terjadi, berwisata tetap bisa dilakukan meski dari rumah. Contohnya dengan mengikuti beragam paket virtual tur atau tur wisata melalui virtual.

Baca juga: Ancol Buka Hari Ini, Dufan Bisa Dikunjungi dan Larangan Berenang di Pantai

Kompas.com berkesempatan mengikuti virtual tur Keliling Jakarta yang diselenggarakan Atourin bertemakan "Gemerlap Kehidupan Malam", Jumat (26/6/2020).

Kami bersama sekitar 40-an peserta lainnya dipandu oleh pemandu wisata dari Wisata Kreatif Jakarta, Cindy Tan berkeliling beberapa tempat wisata malam di Jakarta seperti melihat air mancur menari di Lapangan Banteng, kulineran di Pecenongan, air mancur di Monumen Nasional (Monas), kulineran di Sabang, menikmati malam di bar SKYE, Hard Rock Cafe SCBD, dan berakhir makan di Gulai Tikungan (Gultik) Blok M.

Melihat air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019).KOMPAS.com/ CYNTHIA LOVA Melihat air mancur menari di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019).

Air Mancur Menari di Lapangan Banteng

Destinasi pertama yang dituju adalah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Bagi yang belum tahu, ada pertunjukan atau atraksi menarik yang bisa ditemui di Lapangan Banteng yaitu pertunjukan air mancur menari.

Pertunjukan ini berlangsung hanya di akhir pekan. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan ini dua kali mulai pukul 19.30 dan 20.30 WIB.

Pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng ini terkenal selalu ramai pengunjung. Jika tak ingin kehabisan tempat duduk untuk menonton pertunjukan, kamu harus datang ke Lapangan Banteng pada pukul 18.30 WIB.

"Ini selalu ramai banget. Jadi kalau misalnya pertunjukan jam 19.30 ya kita datang pukul 18.30 WIB udah harus duduk, kalau enggak ya enggak bakal kebagian kursi," kata Cindy.

Daya tarik pertunjukan ini ada pada air yang memancur dari kolam tampak seperti menari. Tarian air mancur itu pun semakin ciamik dengan tambahan warna-warni dari tata cahaya berwarna merah, biru, hingga jingga.

Baca juga: 15 Menit Air Mancur Menari di Lapangan Banteng yang Memukau Warga...

Tak sampai di situ, para penonton pun juga disuguhkan dengan iringan lagu nasional dan daerah seperti Bagimu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa, Ondel-Ondel dan lainnya.

"Semua instrumen lagu itu merupakan sumbangan dari musisi Addie MS," ujar Cindy.

 

Pembeli menunggu pesanan martabak di depan Martabak 65A yang terletak di Jalan Pecenongan no 65A, Jakarta.KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pembeli menunggu pesanan martabak di depan Martabak 65A yang terletak di Jalan Pecenongan no 65A, Jakarta.

Kulineran di Pecenongan

Sehabis menikmati keindahan pertunjukan air mancur menari di Lapangan Banteng, kami diajak wisata kuliner di Pecenongan.

Mulai dari Restoran Putien, Martabak Pecenongan 65A, hingga Nasi Uduk Sri Rostika Pecenongan.

Restoran Putien terletak di Jalan Sukarjo Wiryopranoto, Sawah Besar, Pecenongan, Jakarta Pusat. Jika kamu ingin mencicipi makan di salah satu restoran peraih Michelin Guide 2016, Putien ini lah tempatnya.

Putien Sawah Besar ini merupakan gerai pertama restoran Putien Singapura di Jakarta. Menu makan favorit yang harus kamu jajal di sini adalah Putien Lor Mee.

Menurut Cindy, harga satu porsi Lor Mee paling kecil dibandrol Rp 78.000. Harga tersebut terbilang sesuai dengan isi makanan yang ditaruh dalam mangkuk besar, kata dia.

Beralih dari Putien, masih ada Martabak Pecenongan 65 A. Letaknya ada di Jalan Pecenongan Nomor 65A, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Fried Heng Hwa Bee Hoon, salah satu hidangan khas dari restoran Putien. Fried Heng Hwa Bee Hoon, salah satu hidangan khas dari restoran Putien.

Martabak satu ini bisa dibilang legendaris di Jakarta karena sudah berdiri sejak 1970-an. Cerita Cindy, martabak ini didirikan oleh pria Bandung bernama Agustinus.

Cindy menjelaskan, martabak Pecenongan juga merupakan pelopor dari keberadaan martabak kekinian di Jakarta sekitar tahun 2013.

"Ingat enggak ada martabak kekinian, pakai topping Toblerone, Nutella. Nah yang pertama banget bikin martabak itu ya di sini 65 A," terangnya.

Harga martabak kekinian di Martabak Pecenongan 65A berkisar mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 160.000.

Baca juga: 4 Makanan Rekomendasi di Bubur Cikini H.R Suleman, Ada Martabak yang Legendaris

Berikutnya Nasi Uduk Sri Rostika yang terletak di Jalan Pecenongan Nomor 57 Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Nasi udukSHUTTERSTOCK Nasi uduk

Nasi Uduk Sri Rostika termasuk salah satu penjual pertama nasi uduk di Pecenongan sekitar 1970-an.

Jika makan di sini, patut menjajal sambal pedasnya. Hal ini diungkapkan Cindy karena ketika ia mencoba langsung makan nasi uduk di sini, rasa pedas sambal benar-benar seperti menampol dirinya.

Selain itu, yang wajib dijajal lainnya adalah kol goreng. Satu porsi nasi uduk dan ayam kampung dibandrol Rp 33.000.

Nasi Uduk Sri Rostika buka mulai pukul 18.00-00.30 WIB.

Video mapping Monas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA Video mapping Monas di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2019).

Melihat air mancur dan video mapping di Monumen Nasional

Pilihan wisata malam lainnya di Jakarta adalah dengan melihat pertunjukan air mancur dan video mapping di Monas, Jakarta Pusat.

Monas yang dikenal dengan ikon Kota Jakarta ini juga menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke Jakarta, tidak hanya siang, juga malam hari.

Hal ini karena daya tarik Monas tidak hanya pada saat mengunjungi ruangan di dalam Monas sendiri, melainkan juga di luar ruangan.

Baca juga: Keindahan Air Mancur Menari Monas

Cindy mengatakan, pada malam hari, pengunjung dapat melihat pertunjukan air mancur menari yang letaknya di dekat patung MH. Thamrin.

Air mancur menari atau Jakarta Monas Fountain di Monas, Jakarta Pusat, dapat dinikmati selama libur lebaran. Air mancur ini biasanya hanya dapat dinikmati pada akhir pekan. Gambar ini diambil pada Minggu (13/8/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Air mancur menari atau Jakarta Monas Fountain di Monas, Jakarta Pusat, dapat dinikmati selama libur lebaran. Air mancur ini biasanya hanya dapat dinikmati pada akhir pekan. Gambar ini diambil pada Minggu (13/8/2017).

"Gratis juga, semua bisa lihat setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.30 dan 20.30 malam," katanya.

Jika ingin ke Monas malam hari, satu catatan Cindy, bawa lah obat nyamuk yang banyak. Hal tersebut karena, kata dia, tak sedikit nyamuk yang bisa menggigitmu di sana.

Selain melihat air mancur menari, pada waktu tertentu, pengunjung juga bisa melihat pertunjukan video mapping misalnya menjelang pergantian tahun.

 

Nasi Goreng kambing di Nasi Goreng Kebon Sirihdok. Nasi Goreng Kebon Sirih Nasi Goreng kambing di Nasi Goreng Kebon Sirih

Kulineran di Sabang

Bagi pencinta kuliner, kamu bisa kunjungi kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu pusat jajanan dan makanan di Jakarta.

Mulai dari Sate dekat Pak Heri, Warung Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut, hingga Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Semua tempat makan itu dapat kamu jajal dan temui di kawasan Sabang pada malam hari.

Destinasi pertama yang dijelajahi secara virtual adalah Sate dekat Pak Heri. Cindy mengatakan, warung sate ini sebenarnya tidak bernama namun mudah ditemui karena berada dekat dengan Warung Nasi Goreng Pak Heri.

Baca juga: Liburan di Rumah Aja, Coba Wisata Kuliner Lewat 8 Serial Netflix

Kamu bisa menjajal menikmati sate ayam uritan yang begitu menggoda di sini. Pasalnya, hanya ada satu warung sate yang menurut Cindy menjual sate ayam dengan uritan di Jakarta.

Harga satu porsi sate ini Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Ilustrasi sate.SHUTTERSTOCK Ilustrasi sate.

Berlanjut makan soto di Warung Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut. Warung ini juga bisa menjadi pilihan kulineran malam di Sabang.

Terkenal dengan menu makan soto cekernya, namun pengunjung juga bisa menjajal jeroan. Menurut Cindy, tempat ini bisa menjadi tempat makan favorit bagi pencinta kuliner ceker.

Bagi yang tak suka ceker, tetap bisa makan di sini karena dengan menyantap kuahnya saja, kata dia, sudah nikmat.

"Kalaupun enggak doyan ini, kuahnya pun enak banget. Rempahnya sama ayamnya itu nyatu banget dan enak banget," terangnya.

Harga satu porsi soto ceker polos dibandrol Rp 18.000, sedangkan soto ceker dengan ranjau jeroan Rp 20.000.

Soto dagingShutterstock Soto daging

Belum selesai, kulineran lainnya di Sabang yaitu Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Nasi goreng ini begitu fenomenal di Jakarta dan salah satu yang legendaris karena berdiri sejak 1958.

Lokasinya berada di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Warung ini buka mulai pukul 17.00-22.00 WIB.

Baca juga: Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958

Menu nasi goreng yang terkenal dan favoritnya tentu nasi goreng kambing dengan rempah khas yang diaduk sedemikian rupa.

Jika tak suka daging kambing, pengunjung juga bisa memilih menu nasi goreng lainnya seperti nasi goreng ayam, sosis bakso, mi goreng dan lainnya.

Adapun kisaran harga pada menu nasi goreng kambing Kebon Sirih mulai dari Rp 25.000 sampai Rp 67.000.

Sementara itu, untuk si fenomenal Nasi Goreng Kambingnya dipatok harga Rp 41.000.

Menikmati malam di SKYE Bar and Restaurant

Lokasi berikutnya merupakan tempat wisata malam yang biasa didominasi pekerja muda kantoran di Jakarta pada menjelang akhir pekan yaitu Jumat malam.

Cindy menerangkan, biasanya yang datang ke tempat ini adalah mereka pekerja muda yang enggan langsung pulang ke rumah setelah selesai bekerja di hari Jumat.

"Jadi ini tempat hangout yang you have to go kalau lagi di Jakarta. Jadi di sini tempat untuk melihat view pemandangan kota Jakarta malam hari. Cuma kalau datang ke sini itu banyak perjuangan selain macet banget dan harus booking dulu, jadi enggak bisa langsung datang," jelasnya.

Pengunjung tak bisa langsung datang dan masuk karena tempat ini selalu ramai. Dari tempat ini, pengunjung bisa melihat keindahan kota Jakarta di malam hari.

Ada satu tips dari Cindy, jika ingin datang ke sini, pengunjung harus berdandan semenarik mungkin agar terlihat rapi dan menarik.

"Enggak boleh pakai sendal jepit, dari awal itu harus pakai sepatu. Pakai sendal jepit, enggak dikasih masuk. Jadi kalau ke sini, mendingan dandan, dan cakep," ujarnya.

Lokasi SKYE Bar and Restaurant ini berada di Menara BCA lantai 56, MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.

Cindy menambahkan, selain menikmati keindahan malam di rooftop, pengunjung direkomendasikan menjajal mojitonya.

Harga satu mojito non alkohol Rp 65.000 dan alkohol Rp 135.000. Sementara untuk menikmati hidangan makan, kata dia, seseorang disarankan membawa uang minimal Rp 1 juta.

Tempat ini buka mulai pukul 16.00 hingga 02.00 WIB.

Setia Band Launching Single Terbaru di Hard Rock Cafe,Sudirman,Jakarta,Rabu(11/12/2019).  Single terbaru yang di keluarkan berjudul Tetap Setia.KOMPAS.com/DIENDRA THIFAL RAHMAH Setia Band Launching Single Terbaru di Hard Rock Cafe,Sudirman,Jakarta,Rabu(11/12/2019). Single terbaru yang di keluarkan berjudul Tetap Setia.

Hard Rock Cafe SCBD

Selain ke SKYE Bar and Restaurant, anak muda Jakarta kerap ditemukan juga bersantai di Hard Rock Cafe di bilangan SCBD, Jakarta Selatan.

Lokasinya berada di Pacific Place, Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Tempat ini juga biasa dijadikan momen berkumpulnya artis-artis atau musisi legendaris Indonesia.

Cindy menjelaskan, beberapa waktu lalu, almarhum Glenn Fredly sempat melakukan konser tahun lalu di tempat ini.

Baca juga: Hotel Hard Rock Bali Cocok untuk Mager di Kuta

Menurutnya, tempat ini cocok bagi pencinta musik yang ingin mendengarkan langsung musisi papan atas tampil.

Selain itu, Hard Rock Cafe Jakarta juga menyediakan hidangan makanan minuman yang bisa dipesan langsung.

Pengunjung juga bisa membeli berbagai merchandise yang dijual dan tentunya berfoto di papan nama Hard Rock yang identik dengan gitar legend-nya itu.

Hard Rock Cafe buka mulai pukul 11.00-21.00 WIB.

Gulai Tikungan yang biasanya berada di pinggiran jalan area Blok M kini naik kelas dan masuk di daftar menu sTREATs Restaurant di  Ibis Styles Jakarta Tanah Abang.Kompas.com / Gabriella Wijaya Gulai Tikungan yang biasanya berada di pinggiran jalan area Blok M kini naik kelas dan masuk di daftar menu sTREATs Restaurant di Ibis Styles Jakarta Tanah Abang.

Gultik Blok M

Masih di Jakarta Selatan, tempat wisata kali ini khusus kulineran yaitu Gulai Tikungan (Gultik) Blok M.

Daging gulai sapi yang berpadu dengan urat, tetelan, lemak hingga jeroan ini dapat kamu temui di dekat Plaza Blok M, Jalan Mahakam.

Baca juga: 12 Tempat Kuliner Malam Legendaris di Jakarta, Buat Makan di Rumah

Gultik dijual oleh pedagang kaki lima yang jumlahnya ada sekitar 20-an di kawasan itu. Mereka tampak berjejer dan selalu ramai pelanggan.

Cindy menjelaskan, nama Gultik sendiri diambil karena lokasinya yang berada di tikungan jalan.

Harga satu porsinya berkisar Rp 10.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X