Bali Sambut Wisatawan Nusantara pada 31 Juli, Bagaimana Persiapannya?

Kompas.com - 07/07/2020, 14:17 WIB
Ilustrasi Bali - Wisatawan di Monkey Forest. SHUTTERSTOCKIlustrasi Bali - Wisatawan di Monkey Forest.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, menuturkan bahwa mereka siap menyambut kembali wisatawan nusantara (wisnus) pada 31 Juli 2020.

Salah satu persiapan yang dilakukan guna membuat calon wisatawan merasa aman dan nyaman saat berlibur ke Bali adalah adanya sertifikasi di industri pariwisata.

“Di Bali sedang melakukan sertifikasi khusus untuk protokol new normal yang kita sebut Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19,” kata Putu dalam webinar bertajuk “Strategi dan Program Clean, Health and Safety (CHS) Destinasi Pariwisata Pasca Pandemik”, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, sertifikasi tersebut bisa memberi keyakinan bahwa Bali mengedepankan kesehatan, serta keselamatan wisatawan selama era new normal.

Baca juga: Bali Buka Pariwisata untuk Wisatawan Mancanegara Mulai 11 September

Tidak hanya itu, tujuan dari sertifikasi tersebut adalah untuk memberi pengakuan bahwa usaha pariwisata memiliki standar yang sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Juga meningkatkan daya saing usaha pariwisata dari aspek produk, pelayanan, dan pengelolaan. Memastikan industri pariwisata bisa berjalan dengan aman,” ungkap Putu.

Beberapa asosiasi pariwisata yang turut serta membantu sertifikasi sebagai tim verifikator antara lain adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), dan Persautan Angkutan Wisata Bali.

Ilustrasi - Wisata BaliDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Ilustrasi - Wisata Bali

Tidak hanya itu, proses verifikasi pun dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan para pemerintah kabupaten dan kota di Bali.

Indikator yang akan diverifikasi dalam proses sertifikasi sudah sesuai dengan standar Cleanliness, Health, and Safety (CHS) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Saya rasa hotel-hotel kami sudah siap sekali. Kemudian untuk wisata tirta, spa, dan diskotik yang harus agak keras kalau nanti betul-betul mau beroperasi,” ujar Putu.

Baca juga: Syarat Terbaru Terbang ke Bali, Bisa Pakai Rapid Test Non Reaktif

Selain sertifikasi, Putu menuturkan bahwa pihaknya aktif dalam melakukan edukasi, sosialisasi, dan simulasi protokol kesehatan.

Wisatawan domestik didahulukan

Sebelum membuka gerbang pariwisata bagi wisnus pada 31 Juli, Bali akan mulai membuka gerbang pariwisata bagi warga lokal pada 9 Juli.

Namun saat menyambut kembali wisnus, mereka memiliki catatan bahwa tempat wisata akan dibuka secara selektif guna mencegah terjadinya sumber penularan baru.

Baca juga: Pariwisata Bali Akan Dibuka untuk Wisatawan Nusantara pada 31 Juli

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X