Apa yang Dilakukan Banyuwangi Demi Wisatawan Merasa Aman?

Kompas.com - 09/07/2020, 16:26 WIB
Salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan sektor pariwisata untuk bangkit di tengah situasi new normal dan pasca pandemi Dok. KemenparekrafSalah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan sektor pariwisata untuk bangkit di tengah situasi new normal dan pasca pandemi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi tengah bergerak untuk menanggulangi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Destinasi wisata di Jawa Timur itu pun tampak sudah siap untuk menerapkan protokol kesehatan selama era new normal.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, daerahnya sudah menerapkan sejumlah protokol guna menghidupkan kembali sektor parekraf.

Adapun salah satu protokol yang kini tengah diterapkan adalah membuat sertifikasi new normal sektor pariwisata.

"Mempraktekkan protokol ini bukan perkara mudah, oleh karena itu di Banyuwangi ada sertifikasi new normal di sektor destinasi wisata," kata Anas dalam acara Sosialisasi Kebijakan dan Simulasi Protokol Kesehatan Bagi Industri Parekraf di Masa Covid-19, Rabu (8/7/2020).

Baca juga: Catat, Syarat Terbaru Wisata ke Banyuwangi

Oleh karena itu, lanjutnya, Banyuwangi tidak lantas membuka seluruh pariwisatanya. Sebaliknya, daerah tersebut baru membuka sektor parekraf dengan sangat terbatas.

Selain itu, bagi tempat-tempat pariwisata yang sudah dibuka, juga tidak beroperasi selama satu minggu penuh.

"Kami tidak boleh dalam satu minggu penuh, kami hanya buka lima hari dalam satu minggu. Kenapa? Yang dua harinya, target kami Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis ke depan dapat berjalan dengan baik salah satunya adalah terkait dengan protokol kesehatan," jelasnya.

Jarak Pantai Solong tidak begitu jauh dari pusat Kota Banyuwangi tepatnya di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.Koleksi pribadi Fira Jarak Pantai Solong tidak begitu jauh dari pusat Kota Banyuwangi tepatnya di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Ia juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Pokdarwis terkait cara menjual pariwisata pada era new normal agar mampu dilirik wisatawan.

Menurutnya, pada era new normal, cara menjual pariwisata bukan lagi dengan harga yang baik atau kompetitif, melainkan kesehatan.

"Jadi kami sudah sampaikan ke Pokdarwis, kalau dulu yang dijual adalah harga yang baik, harga yang kompetitif. Ke depan yang dijual nomor satu adalah kesehatan dan itu menunggu praktik dari mereka semua," terangnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X