Bagaimana Perubahan Baduy Sejak Menjadi Kawasan Wisata?

Kompas.com - 10/07/2020, 10:54 WIB
Warga baduy saat beraktivitas di Desa Kanekes, Kecamatan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (28/4/2020). Tidak hanya menutup aktivitas wisata, Pemerintah Desa Kanekes juga melarang warga Baduy untuk bepergian ke kota besar seperti Jakarta, untuk menghindari virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga baduy saat beraktivitas di Desa Kanekes, Kecamatan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (28/4/2020). Tidak hanya menutup aktivitas wisata, Pemerintah Desa Kanekes juga melarang warga Baduy untuk bepergian ke kota besar seperti Jakarta, untuk menghindari virus corona.

 

Tidak hanya itu, Deri menuturkan, terdapat juga beberapa penjual dari perkampungan berbatasan langsung dengan kawasan Baduy yang datang mencari peruntungan dari wisatawan.

Terkait masyarakat Baduy luar yang berjualan, Bima mengatakan, mereka hanya melakukannya saat ada wisatawan.

Baca juga: Seba Baduy, Tradisi Ratusan Tahun Masyarakat Baduy Syukuri Hasil Bumi

Ada dampak lingkungan

Bima menuturkan, sejak Baduy dibuka menjadi kawasan wisata, terjadi perubahan terhadap lingkungan. Namun hal ini tidak bisa diberatkan pada wisatawan.

“Lingkungan kalau berubah sudah pasti. Tapi kalau hutan rusak, bukan faktor wisatawan. Bisa jadi faktor lain. Secara alam memang tidak seperti dulu lagi,” kata Bima.

Meski begitu, dia tidak menampik jika wisatawan turut andil dalam perubahan lingkungan di kawasan wisata Baduy. Salah satunya mereka yang menggunakan sabun untuk mandi meski sudah dilarang.

Baca juga: Risih Jadi Tontonan, Alasan Suku Baduy Minta Wilayahnya Dihapus dari Destinasi Wisata

Pada 6 Juni 2020, Lembaga Adat Baduy mengesahkan surat di salah satu rumah Jaro untuk dikirim kepada Presiden Joko Widodo.

Adapun surat tersebut berisikan permintaan agar wilayahnya dihapus dari peta destinasi wisata.

Surat tidak hanya dikirim kepada presiden, juga Gubernur Banten, Bupati Lebak, dan sejumlah kementerian terkait.

Baca juga: 7 Pola Budaya yang Bisa Ditemukan di Kehidupan Suku Baduy

Seseorang bernama Heru Nugroho, ditunjuk oleh Lembaga Adat Baduy, menuturkan bahwa wacana penghapusan kawasan Baduy di destinasi wisata muncul pada 16 April 2020.

Dia menuturkan, salah satu alasan kawasan wisata Baduy ingin dihapus dari peta destinasi wisata adalah kedatangan wisatawan yang semakin meningkat.

Meningkatnya wisatawan membuat kawasan Baduy tercemar sampah. Bahkan, Baduy dalam yang dianggap kawasan sakral pun tersebar foto-fotonya di dunia maya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X