Liburan ke Baduy, Wisatawan Bisa Jajal Hidup ala Suku Baduy

Kompas.com - 10/07/2020, 12:45 WIB
Warga baduy saat beraktivitas di Desa Kanekes, Kecamatan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (28/4/2020). Tidak hanya menutup aktivitas wisata, Pemerintah Desa Kanekes juga melarang warga Baduy untuk bepergian ke kota besar seperti Jakarta, untuk menghindari virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga baduy saat beraktivitas di Desa Kanekes, Kecamatan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (28/4/2020). Tidak hanya menutup aktivitas wisata, Pemerintah Desa Kanekes juga melarang warga Baduy untuk bepergian ke kota besar seperti Jakarta, untuk menghindari virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, kawasan wisata Baduy memiliki daya tariknya tersendiri, mulai dari alam yang asri hingga masyarakatnya memegang teguh adat istiadat.

Namun, apa saja sebenarnya yang bisa dilakukan oleh wisatawan saat berkunjung ke sana?

CEO Kili Kili Adventure Bima Pangarso mengungkapkan, Baduy menawarkan cara hidup dan filosofi yang berbeda.

"Memberi pandangan yang baru karena mereka masih mempertahankan adat,” kata Bima Pangarso kepada Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Bagaimana Perubahan Baduy Sejak Menjadi Kawasan Wisata?

Cara hidup masyarakat Baduy itulah yang dapat dilihat oleh wisatawan saat berkunjung. Plus sebagai bukti, pada zaman saat ini, cara hidup itu masih bisa terus dilakukan.

Saat berkunjung ke kawasan wisata Baduy, wisatawan juga akan diajarkan untuk menghormati dan menghargai alam dengan mencoba hidup seperti masyarakat setempat.

“Kadang-kadang orang mengira masyarakat Baduy, terlebih Baduy dalam, itu seram. (Padahal) tidak begitu. Wisatawan bisa bertanya ke Jaro seputar budaya, sejarah, fakta-fakta di sana,” ungkap Bima.

Baca juga: Wisatawan Bikin Baduy Tercermar Sampah Plastik, Ini Kata Tur Operator

Selama mencoba menjalani kehidupan sehari-hari sebagai orang Baduy, wisatawan harus mengikuti aturan-aturan yang ada.

Salah satunya adalah tidak boleh mandi menggunakan sabun. Mereka harus benar-benar bersatu dengan alam.

“Kalau memasuki perbatasan menuju Baduy dalam, kamera dan hp boleh dibawa asal baterai dicopot, jangan hanya dimatikan,” tutur Bima.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X