Harapan Seluruh Tempat Wisata di Yogyakarta Pakai Sistem QR Code

Kompas.com - 11/07/2020, 11:05 WIB
Wisatawan berkunjung di kompleks wisata Taman Sari Yogyakarta, Jumat (9/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia secara kumulatif (Januari-September 2018) mencapai 11,93 juta kunjungan, atau naik 11,81 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 10,67 juta kunjungan. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOWisatawan berkunjung di kompleks wisata Taman Sari Yogyakarta, Jumat (9/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia secara kumulatif (Januari-September 2018) mencapai 11,93 juta kunjungan, atau naik 11,81 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 10,67 juta kunjungan.

KOMPAS.com - Pariwisata Yogyakarta kembali bergeliat sejak beberapa tempat wisata melakukan uji coba pembukaan secara terbatas.

Selama masa pandemi, pembukaan tempat wisata khususnya di Kota Yogyakarta menerapkan protokol kesehatan, salah satunya memakai sistem QR Code.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Singgih Raharjo menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta yang menerapkan sistem tersebut bagi wisatawan.

Baca juga: Mau Jalan-jalan di Malioboro? Simak Panduan Protokol Kesehatannya

"Saya kira QR Code ini baru ada di tempat wisata di Kota Yogyakarta saja. Akan lebih baik jika ini diadakan di seluruh tempat wisata di Yogyakarta, tidak hanya kota saja. Ini kan untuk mendeteksi pengunjung jika suatu ketika tertular penyakit jadi tahu dari mana," kata Singgih saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Hal ini juga menanggapi usulan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang turut melihat kondisi gelombang wisatawan dari luar ke Yogyakarta.

Ia mengatakan bahwa Sultan meminta bagaimana kesiapan daerah dalam membuka pariwisata terlebih jika ditemukan wisatawan positif terkena Covid-19.

Pengunjung Malioboro wajib diminta untuk memindai barcode yang terpasang di beberapa titik.KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Pengunjung Malioboro wajib diminta untuk memindai barcode yang terpasang di beberapa titik.

"Kita menyambut baik, artinya kita sungguh-sungguh mempersiapkan tempat-tempat wisata atau tempat publik itu supaya lebih aman. Jika terjadi sesuatu, lebih muda dideteksi," jelasnya.

Menurutnya, salah satu cara lain untuk menerapkan protokol kesehatan itu juga bisa didapat dengan memakai sistem reservasi online.

Baca juga: Syarat Terbaru Menginap di Hotel Yogyakarta bagi Wisatawan Luar Daerah

Hal ini, kata dia, untuk mengurangi kontak fisik ketika pembayaran melalui tunai di loket tiket masuk tempat wisata.

"Selain lebih mudah kan juga lebih cepat jika pakai reservasi online. Jadi pengunjung tidak perlu antre terlalu lama di loket tiket itu, hanya menunjukkan bahwa dia sudah melakukan reservasi melalui online. Lalu juga untuk menjaga kesehatan kita, karena kontak fisik juga semakin berkurang," ungkapnya.

Halaman:
Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X