Tak Berhasil Raih UNESCO Global Geopark, Belitung Berharap Bantuan Diplomasi

Kompas.com - 11/07/2020, 12:01 WIB
Nam Salu Open Pit https://belitonggeopark.netNam Salu Open Pit

BELITUNG, KOMPAS.com - Pemkab Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, berharap dukungan diplomasi internasional untuk meloloskan kawasan geosite setempat dalam UNESCO Global Geopark (UGG) 2021.

Pada pemilihan tahun ini, Belitung harus mengakui keunggulan Kaldera Toba yang telah dipersiapkan sejak 12 tahun terakhir.

Baca juga: Obyek Wisata di Belitung Mulai Simulasi Buka dengan Protokol Kesehatan

"Kami butuh full support secara politik internasional saat ini. Kaldera (Toba) lolos bukan hanya karena potensi alam dan kekayaan geopark-nya saja tapi dukungan diplomasi politik internasionalnya juga sangat bagus. Belitung sangat membutuhkan satu langkah seperti yang dilakukan terhadap kaldera (Toba)," kata Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

Isyak menuturkan, Badan Pengola Geopark Belitung beserta pemda dan pemprov hanya bisa terus konsisten menjaga semangat dan upaya masyarakat mengembangkan geosite.

"Pemerintah pusat sudah banyak bantu namun kami berharap di finishing touch-nya harus cantik yakni sentuhan diplomasi internasional tadi," ujar Isyak.

Bukit Peramun yang berlokasi di Belitung Barat masih terlihat dikelilingi hutan lebat. Di dalamnya juga terdapat tempat ibadah mushola.Nicholas Ryan Aditya Bukit Peramun yang berlokasi di Belitung Barat masih terlihat dikelilingi hutan lebat. Di dalamnya juga terdapat tempat ibadah mushola.

Menurut Isyak, belum lolosnya geosite Belitong dalam UGG harus diterima karena proses yang dilewati terbilang baru.

"Aplikasi Belitong ke UGG dimasukkan akhir 2018. Tahun 2019 bulan Juni ada assessment dari UNESCO mendapatkan nilai 850 dari skala 1000. September 2019 disidangkan dan masih diminta perbaikan. September 2020 ini akan disidangkan kembali semoga lolos," ujar dia.

Baca juga: Resmi, Kaldera Toba Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark

Geosite Belitong mencakup wilayah daratan dan pantai di Belitung dan Belitung Timur, seperti destinasi Open Pit Nam Salu (kolam bekas tambang), Pantai Burung Mandi dan Bukit Peramun.

Sebagaimana diketahui, pada 2020 ada dua nominator destinasi Indonesia untuk diakui dalam UGG, yakni Geosite Belitong dan Kaldera Toba.

Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis, Selasa (2/7/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X