Benarkah Tempat Wisata di Garut Bakal Ditutup Lagi?

Kompas.com - 15/07/2020, 13:40 WIB
Kolam terapi air panas dibangun di kawasan Kawah Papandayan, Garut, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017). Pengunjung bisa menikmati terapi mandi air panas sambil melihat Kawah Papandayan. KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGKolam terapi air panas dibangun di kawasan Kawah Papandayan, Garut, Jawa Barat, Kamis (29/6/2017). Pengunjung bisa menikmati terapi mandi air panas sambil melihat Kawah Papandayan.

Tetap lakukan pemantauan

Sejak tempat wisata dibuka kembali, Budi menuturkan, pihaknya tetap melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan hingga saat ini.

Hal tersebut dilakukan guna menghindari adanya penularan Covid-19 di sana. Kendati demikian, Budi tidak menampik masih ada wisatawan yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Ada yang suka lupa pakai masker, tapi kita ingatkan. Protokol kesehatan ini kan sesuatu yang baru. Mungkin mereka tidak nyaman, dan sebagainya. Tapi kita ingatkan untuk tetap taati,” kata Budi.

Terkait masker, Budi menuturkan bahwa hari ini pihaknya memberikan stok masker kepada pihak Pantai Santolo.

Baca juga: Hotel-hotel di Garut Tawarkan Diskon 30 Persen

Masker tersebut akan diberikan kepada wisatawan yang memang tidak sanggup beli, atau benar-benar lupa membawanya.

“Ke depannya belum ada rencana apakah akan memberikan stok masker ke tempat wisata. Yang terpenting bukan membagikan masker, tapi edukasi protokol kesehatan ke masyarakat,” tutur Budi.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menuturkan, Pemprov Jabar akan berlakukan denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum mulai 27 Juli 2020.

Baca juga: Mulai 27 Juli, Warga Tak Pakai Masker di Jabar Didenda Hingga Rp 150.000

“Diedukasi sudah, ditegur dengan surat tilang sudah, karena tingkat kedisiplinannya masih rendah, maka kami akan denda Rp 100.000 sampai Rp 150.000,” kata Ridwan, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan Emil, dalam Live Talkshow Indonesia Congress Management bertajuk Laju Pariwisata Jawa Barat di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, dari Gedung Pakuan Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Emil menegaskan, sanksi tersebut bukan hanya berlaku bagi masyarakat Jabar saja, tapi juga bagi warga luar Jabar yang sedang berwisata di Jabar.

“Siapa yang datang ke tanah Jabar, harus ikut aturan Jabar,” kata Emil.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X