Kompas.com - 16/07/2020, 08:01 WIB
Kompleks Taman Sari Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata di sekitar area keraton yang dulunya merupakan tempat peristirahatan Sultan dan kerabat. KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWIKompleks Taman Sari Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata di sekitar area keraton yang dulunya merupakan tempat peristirahatan Sultan dan kerabat.

“Khusus untuk wisatawan dari zona merah atau hitam, diminta membawa hasil rapid test dan dari mancanegara diminta membawa hasil PCR. Itu sesuai arahan Pergub DIY,” katanya.

Bagi wisatawan yang tidak membawa surat keterangan sehat maupun hasil rapid test nonreaktif dan PCR negatif tidak akan diperbolehkan turun dari kendaraan.

“Atau jika ada wisatawan yang kebetulan dalam perjalanan kemudian sakit, juga tidak diperbolehkan turun dari kendaraan,” katanya.

Pengecekan surat keterangan sehat tersebut akan dilakukan oleh petugas di tempat khusus parkir (TKP).

“Untuk wisatawan rombongan, bisa diwakili oleh tour leader atau kepala keluarga dengan menyampaikan secara lengkap data rombongan, nomor telepon, tempat menginap dan keterangan lainnya,” katanya.

Bagi wisatawan yang datang, lanjut Heroe, juga diminta mematuhi seluruh protokol pencegahan Covid-19, seperti mengenakan masker, cuci tangan, jaga jarak serta aturan lain yang diberlakukan.

“Jika tidak mengenakan masker di tempat umum, bisa dikenai sanksi denda Rp100.000 atau kerja sosial. Tujuannya supaya seluruh pihak memiliki kesadaran untuk menjaga agar tidak muncul penularan baru,” katanya.

Selama masa pandemi yang sudah berjalan sekitar empat bulan, Heroe mengatakan, Yogyakarta mampu mengendalikan kasus positif dan hingga Rabu (15/7) tercatat total kasus positif 42 pasien, sebanyak tiga masih menjalani perawatan, 37 pasien sembuh dan dua meninggal dunia.

Sementara itu, Pengelola Tempat Khusus Parkir Abu Bakar Ali Doni Rulianto mengatakan, sudah mulai ada rombongan wisatawan yang masuk ke Yogyakarta yang datang pada akhir pekan.

“Sebagian besar berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada akhir pekan lalu ada 14 bus pariwisata yang masuk,” katanya.

Ia menyebut, siap menjalankan permintaan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menanyakan surat keterangan sehat dari rombongan wisatawan yang datang.

“Sebelumnya, kami hanya memantau bahwa wisatawan yang datang sudah pakai masker, dan meminta mereka untuk cuci tangan di tempat yang sudah disiapkan,” katanya. (Eka Arifa Rusqiyati/Budi Suyanto)

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X