Kompas.com - 16/07/2020, 12:40 WIB
KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Gunung Rinjani dari puncak Bukit Pergasingan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/3/2015). Puncak Bukit Pergasingan menjadi pilihan wisata trekking di Lombok Timur untuk menyaksikan matahari terbit dan lanskap Gunung Rinjani. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOKEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Gunung Rinjani dari puncak Bukit Pergasingan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/3/2015). Puncak Bukit Pergasingan menjadi pilihan wisata trekking di Lombok Timur untuk menyaksikan matahari terbit dan lanskap Gunung Rinjani.


KOMPAS.com - Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat sudah kembali dibuka untuk aktivitas wisata alam non pendakian sejak 7 Juli 2020.

Meski belum semuanya dibuka termasuk wisata pendakian gunung, terdapat delapan destinasi wisata non pendakian yang bisa dikunjungi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady mengatakan berdasarkan arahan Dirjen KSDAE, hasil koordinasi dengan Pemprov NTB dan Pemkab serta mempertimbangkan zona risiko Covid-19 yaitu zona hijau dan kuning, diputuskan reaktivasi tahap 1 kegiatan wisata alam di TNGR dengan kuota 30 persen dari kunjungan normal.

Lanjutnya, untuk tahap pertama akan dibuka delapan tempat wisata alam non pendakian yaitu Otak Kokok Joben (Joben Eco Park), Telaga Biru, Air Terjun Jeruk Manis, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Sebau, Savana Propok dan Air Terjun Mangku Sakti.

Baca juga: Aneka Aktivitas Seru di Kaki Gunung Rinjani

"Untuk tahap 1 mulai Selasa besok, kita buka delapan tempat wisata alam non pendakian dengan kuota 30 persen," kata Dedy seperti dikutip rilis yang diterima Kompas.com, Senin (6/7/2020).

Selama pandemi, delapan tempat wisata ini dibuka setiap harinya mulai pukul 09.00-15.00 WITA.

Pengunjung juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan atau membawa hand sanitizer.

Berikut 8 tempat wisata alam non pendakian TNGR beserta kuota pengunjung dan aktivasi wisatanya

Otak Kokok Joben atau Joben Eco Park, salah satu destinasi wisata non pendakian di TNGR yang sudah buka.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Otak Kokok Joben atau Joben Eco Park, salah satu destinasi wisata non pendakian di TNGR yang sudah buka.

Otak Kokok Joben (Joben Eco Park)

Jika kamu ingin berwisata sekaligus menambah pengetahuan, Joben Eco Park di TNGR bisa menjadi salah satu pilihannya. Wahana ini berlokasi di wilayah Resort Joben, SPW II, Balai TNGR, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur.

Beragam aktivitas menarik bisa dilakukan di sini antara lain, camping, outbond yang dilakukan melalui wahana permainan air dan panahan, pendidikan konservasi dengan mengenal anggrek, pembibitan pohon, pengenalan flora fauna hingga menanam pohon.

Baca juga: Kerap Terjadi, Ini Beberapa Potret Awan Topi di Gunung Rinjani Lombok

Kemudian pengunjung juga bisa melakukan soft trekking atau jelajah hutan, dan birdwatching atau mengamati burung.

Selain itu, pengunjung juga diajak untuk mengenal lebih dekat aktivitas masyarakat lokal dalam kegiatan pemanfaatan biogas, perikanan, pertanian serta kegiatan lainnya.

Adapun kuota pengunjungnya di pembukaan tahap pertama ini yaitu 227 orang per harinya.

Telaga Biru di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Telaga Biru di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Telaga Biru

Lokasi wisata alam non pendakian berikutnya yang telah dibuka adalah Telaga Biru. Lokasinya berada di Dusun Gunung Paok Desa Perian.

Telaga ini terlihat berwarna biru kehijauan dari kejauhan. Pemandangan ini yang lantas menjadi daya tarik wisata bagi setiap orang yang datang.

Baca juga: 6 Fakta Gunung Rinjani yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Tak jarang, para pengunjung berfoto berlatarkan telaga biru ini. Terdapat juga wahana spot foto berupa ayunan yang terbuat dari bambu dan kayu hutan.

Aktivitas wisata selain berfoto yaitu para pengunjung juga bisa wisata tirta, camping, dan hiking di Telaga Biru.

Selama masa pandemi, kuota pengunjung ke Telaga Biru dibatasi 84 orang per harinya.

 

Air Terjun Jeruk Manis di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Air Terjun Jeruk Manis di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Air Terjun Jeruk Manis

Desa Kembang Kuning, bagian selatan kawasan TNGR, memiliki salah satu tempat wisata alam non pendakian yang menarik yaitu Air Terjun Jeruk Manis. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter.

Sekitaran lokasi menuju air terjun, banyak terdapat sarana akomodasi bagi pengunjung baik nusantara maupun mancanegara seperti homestay, cottages, restoran dan lainnya.

Baca juga: Protokol New Normal Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, Apa Saja?

Aktivitas menarik lainnya selain melihat air terjun, pengunjung juga bisa melihat atraksi alam berupa tingkah laku Lutung dan Burung Elang yang diperkirakan daerah ini merupakan habitat dan populasi terbesar di kawasan TNGR.

Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas wisata lainnya seperti camping, edukasi, dan hiking di sekitar Air Terjun Jeruk Manis.

Pada masa pandemi ini, kuota pengunjung dibatasi 180 orang per harinya.

Gunung Kukus di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Gunung Kukus di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Gunung Kukus

Meski pendakian Gunung Rinjani belum dibuka, kamu bisa mendaki gunung lainnya yang lebih rendah ketinggiannya dari Gunung Rinjani. Nama gunung ini adalah Gunung Kukus.

Masih di kawasan TNGR, kamu bisa melakukan aktivitas wisata berupa camping dan hiking di Gunung Kukus.

Gunung ini berketinggian sekitar 980 mdpl dengan pendakian santai dan membutuhkan waktu sekitar 35 menit.

Baca juga: Gunung Rinjani Bakal Buka 7 Juli? Wisata Hanya untuk One Day Trip

Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan menarik berupa pesona alam kebun rakyat yang ditumbuhi pepohonan. Bahkan pengunjung juga bisa melihat ladang kopi.

Pengunjung juga bisa melihat pemandangan matahari terbit atau terbenam di Gunung Kukus ini.

Selama pandemi, kuota pengunjung Gunung Kukus dibatasi 90 orang per harinya.

Air Terjun Mayung Polak atau Timbanuh di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Air Terjun Mayung Polak atau Timbanuh di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Timbanuh (Air Terjun Mayung Polak)

Air Terjun Mayung Polak atau biasa dikenal dengan Timbanuh berada di Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur.

Air terjun ini juga sudah buka kembali menerima kunjungan. Daya tarik wisatanya yaitu pesona air terjun dengan lokasi yang terletak di celah pegunungan.

Baca juga: Gunung Rinjani Dibuka Lagi, tapi Pendakian Belum Diizinkan

Ketinggian air terjunnya juga tak terlalu tinggi, hanya sekitar tiga meter dengan arus air yang terbilang tenang.

Rimbunnya pepohonan dan pemandangan alam yang masih asri di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Pengunjung juga bisa berwisata seperti camping, dan hiking di Timbanuh. Selama pandemi, kuota pengunjung dibatasi 60 orang per harinya.

 

Sebau atau pemandian air panas di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Sebau atau pemandian air panas di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Sebau

TNGR juga memiliki wisata alam non pendakian yang identik dengan pemandian air panas. Tempatnya berada di Sebau.

Air panas Sebau dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat mengobati berbagai penyakit kulit.

Selain itu, ditunjang juga dengan panorama alam sekitarnya berupa bukit Batu, serta panorama sepanjang jalur trail menuju lokasi pemandian banyak dijumpai burung, rusa, kera abu-abu hingga lutung.

Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas camping dan hiking di Sebau. Saat ini, kuota pengunjung dibatasi 22 orang per harinya.

Savana Propok di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Savana Propok di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Savana Propok

Savana Propok merupakan salah satu tempat wisata alam baru di kawasan TNGR. Daya tarik wisatanya adalah pengunjung bisa mendirikan tenda atau kemah di sekitaran Bukit Savana Propok.

Jika kamu mendirikan tenda atau camping di Savana Propok, maka akan disuguhkan pemandangan sunrise ketika pagi hari yang terlihat dari balik puncak Gunung Rinjani.

Selain itu, kamu juga bisa merasakan kabut tipis yang menyelimuti savana perlahan menghilang. Selama masa pandemi, Savana Propok telah buka kembali dengan kuota pengunjung dibatasi 150 orang per harinya.

Air Terjun Mangku Sakti di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Air Terjun Mangku Sakti di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Air Terjun Mangku Sakti

Air terjun lainnya yang telah buka adalah air terjun mangku sakti. Warna airnya yang berwarna hijau toska mampu menarik pengunjung untuk datang ke sini.

Warna tersebut juga ternyata berasal dari campuran belerang pada air terjun. Aliran air terjun ini berasal dari Kokoq Puteq yang turun langsung dari Danau Segara Anak di Gunung Rinjani.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di sini antara lain wisata tirta dengan mandi, bermain air, lalu camping, dan hiking.

Selama pandemi, kuota pengunjung dibatasi 90 orang per harinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X