Yogyakarta Belum Terima Turis Rombongan dari Luar Daerah

Kompas.com - 16/07/2020, 20:27 WIB
Mercusuar di Pantai Baron, Gunungkidul, Yogyakarta Shutterstock/Sad AgusMercusuar di Pantai Baron, Gunungkidul, Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan selama masa uji coba operasional terbatas, obyek wisata di wilayah setempat belum dapat menerima wisatawan yang datang secara rombongan ( group tour) dari luar daerah.

"Untuk sementara destinasi wisata DIY belum menerima kunjungan wisatawan rombongan atau masal, terutama dari daerah zona merah/hitam sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu (15/7/2020) seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Mau Wisata ke Yogyakarta? Tunda Dulu Sampai Agustus

Singgih mengimbau kepada para wisatawan maupun penyedia jasa perjalanan wisata serta pengelola obyek wisata untuk menyesuaikan dengan kebijakan tersebut.

Menurut Singgih, pada masa tanggap darurat Covid-19 yang masih berlaku di DIY beberapa tempat wisata melaksanakan uji coba operasional terbatas untuk memastikan protokol dan prosedur operasional standar (SOP) berjalan dengan baik.

Kebun Buah Mangunan, Yogyakarta. DOK. BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAREKRAF/SENDY A SAPUTRA Kebun Buah Mangunan, Yogyakarta.

Dalam pelaksanaan uji coba, ia meminta seluruh pelaku pariwisata tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan selalu mengikuti perkembangan situasi.

"Ketegasan dan komitmen dari semua pihak tetap diharapkan sebagai upaya mencegah hal-hal negatif yang ditimbulkan, baik terhadap penularan Covid-19 ataupun terhadap citra pariwisata DIY," kata Singgih.

Ia menegaskan setiap wisatawan dari luar DIY khususnya zona merah atau hitam harus membawa surat keterangan sehat/rapid test negatif.

Baca juga: Gunung Kidul Siapkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Ketentuan itu, kata dia, merujuk Peraturan Gubernur DIY Nomor 48 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Panduan pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Publik dan Perekonomian Masyarakat di DIY dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Dalam masa tanggap darurat ini, destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata lainnya sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk memberikan layanan terbaik kepada wisatawan dengan protokol kesehatan dan SOP Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan," kata dia. (Luqman Hakim/Budi Suyanto)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X