Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/07/2020, 07:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Wisatawan pada masa-masa menjelang new normal semakin melirik destinasi wisata domestik. Wisatawan cenderung memilih untuk tidak melancong ke tempat yang berlokasi cukup jauh dari tempat tinggalnya.

“Dulu, orang ngomong melancong mikirnya harus jauh. Misal Singapura atau Jepang, harus naik pesawat,” kata Co-Founder & Chief Marketing Office Tiket.com, Gaery Undarsa, dalam konferensi pers virtual peluncuran “tiket Flexi” milik Tiket.com, Rabu (15/7/2020).

“Tapi semenjak Covid-19, terutama sebulan terakhir ini, orang-orang mulai menemukan kembali destinasi wisata lokal mereka,” imbuhnya.

Baca juga: Tren Traveling, Pelancong Pilih Fleksibilitas Saat Pesan Hotel

Gaery menuturkan, masyarakat yang sudah bosan selalu di rumah saja berusaha untuk keluar rumah guna mencari banyak tempat baru di sekeliling tempat tinggal mereka.

Hal tersebut, ungkap Gaery, terjadi secara merata di seluruh Indonesia. Menjelajah di sekeliling tempat tinggal membuat masyarakat menemukan sesuatu yang baru.

“Artinya, akan ada banyak destinasi yang mungkin bagus tapi sebelumnya tidak terekspos. Positifnya, nanti ke depannya di setiap kota ada destinasi unggulan. Semakin banyak lagi yang terekspos,” tutur Gaery.

Ilustrasi staycation.SHUTTERSTOCK Ilustrasi staycation.

Selain itu, Gaery mengungkapkan bahwa kini masyarakat juga terlihat senang berkunjung ke beberapa tempat yang sebelumnya mungkin jarang dikunjungi.

“Kalau orang Jakarta sebelumnya mungkin jarang ke arah Sentul, sekarang ramai. Destinasi-destinasi sampai ke atas gunung,” ungkap Gaery.

Selanjutnya, Gaery mengatakan bahwa saat ini tren yang sangat populer di kalangan wisatawan adalah staycation.

Baca juga: Simak, Protokol Kesehatan di Pintu Masuk Hotel

Staycation adalah liburan di dalam kota itu sendiri. Biasanya wisatawan hanya pelesiran di tempat wisata yang dekat dari rumahnya. Salah satu konsep lazim dari staycation adalah menginap di hotel saat akhir pekan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah potensi yang baik bagi seluruh pegiat industri pariwisata di masa era new normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+