Kompas.com - 17/07/2020, 16:20 WIB
Gunung Prau RIZAL SETYO NUGROHO/KOMPAS.com Gunung Prau


KOMPAS.com - Lima jalur pendakian Gunung Prau, Jawa Tengah telah resmi buka kembali untuk tahap uji coba. Adapun lima jalur pendakian ini yaitu Dieng, Patakbanteng, Kalilembu, Dwarawati, dan Wates.

Sementara itu, untuk jalur pendakian via Igir mranak belum dibuka kembali untuk pendakian. Masing-masing basecamp atau jalur pendakian tersebut juga dibuka dengan kuota pendakian terbatas.

Untuk basecamp Dieng, kuota pendakiannya 250 orang. Kemudian Patakbanteng, kuota pendakiannya 600 orang, dan Kalilembu sebanyak 200 orang.

Baca juga: 4 Jalur Pendakian Gunung Prau Uji Coba Dibuka Hari Ini, Simak Persyaratannya...

Pasalnya pendaki yang baru diizinkan untuk berkunjung hanya dari kedua daerah tersebut. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui atau mengenal jalur-jalur pendakiannya mulai dari trek hingga areanya.

Berikut Kompas.com rangkum lima jalur pendakian Gunung Prau yang telah buka kembali

Ribuan pendaki memadati Puncak Gunung Prau, di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa TengahKOMPAS.com | NAZAR NURDIN Ribuan pendaki memadati Puncak Gunung Prau, di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Via Patakbanteng

Jalur pendakian Gunung Prau via Patak Banteng merupakan jalur paling favorit yang biasa dipilih pendaki. Hal ini karena rutenya terbilang lebih singkat dibandingkan jalur lainnya.

Selain itu, beragam fasilitas juga telah memenuhi untuk kenyamanan pendakian dan rutenya tidak terlalu sulit.

Bendahara Yayasan Konservasi Gunung, Paulus Nugrahajati mengatakan, rute Patak Banteng dipilih karena paling dekat dengan puncak Prau.

"Pendaki paling banyak lewat rute Patak Banteng dibandingkan jalur Kenjuran, Dieng. Rute tersebut paling dekat dengan puncak," kata Bendahara Yayasan Konservasi Gunung Paulus Nugrahajati saat dihubungi Kompas.com di Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2015).

Ia menjelaskan, untuk menempuh jalur Patak Banteng pendaki hanya perlu menempuh jarak sekitar 4 kilometer atau jika ditarik garis lurus hanya 600 meter.

Baca juga: Kuota Pendaki di Gunung Prau Dibatasi, Catat Jumlahnya

Lanjutnya, pendaki dapat langsung tiba di area puncak Prau dibandingkan jalur lainnya dengan memakan waktu sekitar empat jam.

"Itu empat jam sudah jalan santai dan beristirahat. Kalau di jalur lain, ada di Dieng dan Kenjuran," jelasnya.

Terdapat empat pos yang melalui Patak Banteng yaitu Pos 1 Sikut Dewo, Pos 2 Canggal Walangan, Pos 3 Cacingan, dan Pos 4 Plawangan. Kemudian pendaki bisa mendirikan tenda di Sunrise Camp.

Baca juga: Kuota Pendaki di Gunung Prau Dibatasi, Catat Jumlahnya

 

Pemandangan serakan awan Gunung Prau via Dworowati.KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Pemandangan serakan awan Gunung Prau via Dworowati.

Via Dwarawati

Jika kamu mendaki via Dwarawati, maka akan menemui pengalaman berbeda karena medannya terbilang lebih landai.

Pada awal pendakian, kamu akan melihat pemandangan hijaunya alam Dieng yang tampak memukau. Kamu bisa melihat pula persawahan di lereng-lereng pegunungan tampak cantik berselimut kabut.

Sepanjang pendakian, kamu akan melalui jalur yang rata-rata merupakan tanah berundak. Jalur ini tergolong aman, namun kamu tetap perlu memerhatikan kondisi alas kaki agar tidak licin.

Baca juga: 8 Hal yang Bakal Ditemui di Jalur Pendakian Gunung Prau via Dworowati

Selain itu, kamu akan disuguhi pemandangan burung-burung yang sedang mencari ikan. Apabila melihat burung-burung sedang bersantai dan mencari ikan, pastikan dirimu tidak mengganggu aktivitasnya.

Jalur penuh akar juga akan kamu temui ketika mendaki. Jalur ini dinamakan akar cinta. Usahakan untuk selalu memerhatikan langkah agar tak tersandung akar tersebut.

Ketika melewati Pos 2, sesekali kamu bisa lihat pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing dari kejauhan.

Pendaki akan sampai puncak dan mendirikan tenda di area camp Telaga Wurung dengan pemandangan awan menggumpal dan rumput hijau.

Padang Sabana di Gunung Prau yang melewati jalur pendakian via Dieng atau Kalilembu.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Padang Sabana di Gunung Prau yang melewati jalur pendakian via Dieng atau Kalilembu.

Via Kalilembu

Jalur lain yang dapat dipilih adalah via Kalilembu. Jalur pendakian ini juga terbilang landai, dan mudah dilalui.

Baca juga: Pendakian Gunung Prau via Patak Banteng Seringkali Penuh, Ini Solusinya

Untuk sampai puncak Gunung Prau, kamu akan melewati tiga pos pendakian dan melewati Kali Serayu.

Letak basecamp Kalilembu berada tak jauh dari basecamp Patak Banteng. Sekitar 100 meter di atas basecamp Patak Banteng, kamu bisa menemukan basecamp ini.

Pos 1 pendakian via Kalilembu bernama Pelerenan, Pos 2 Ngetuk dan Pos 3 Nganjir. Kemudian kamu akan tiba di Bukit Teletubies dan mendirikan kemah.

 

Jalur Pendakian Gunung Prau via Dusun Wates, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.Dokumen Gravita EP Jalur Pendakian Gunung Prau via Dusun Wates, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Via Wates

Jalur pendakian via Wates dimulai dari Dusun Wates, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung.

Jalur ini berada di ketinggian 1.896 mdpl. Trek pendakiannya untuk sampai ke puncak Prau adalah 4,7 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3-4 jam.

Baca juga: Mengenal Jalur Pendakian Gunung Prau Selain Patak Banteng

Pendaki akan disuguhi pemandangan hutan cemara, hutan rimba, dan air terjun Sigendang. Pendaki juga akan menemui mata air di sekitar jalur hingga pos tiga.

Selain itu, pendaki juga bisa melihat flora dan fauna selama pendakian seperti Kantong Semar, Elang Jawa, Musang, Sigung Jawa, Lutung, dan jenis burung lain.

Jalur ini juga dikenal sebagai jalur purba yang kembali digunakan pada akhir 2015. Jalur ini juga dekat dengan Candi Liyangan, peninggalan Mataram Kuno.

Pendaki akan melewati pos-pos seperti Pos Blumbang Kodok, Cemaran, hingga sampai camp area.

Panorama di salah satu puncak Gunung PrauKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama di salah satu puncak Gunung Prau

Via Dieng

Jalur pendakian lainnya adalah melalui basecamp Dieng. Jalur ini juga terbilang landai dan treknya yang panjang.

Jalur Dieng biasa digunakan pendaki yang ingin menikmati pemandangan indah selama pendakian. Oleh karena itu, jalur ini cocok bagi kamu yang bertipe pendaki santai.

Bonus pemandangan yang akan kamu dapatkan jika melalui jalur ini yaitu perbukitan dan hutan.

Baca juga: Wisata ke Dieng, Bakal Ada Pembatasan Jumlah Pengunjung

Untuk sampai puncak Prau dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Terdapat empat pos pendakian yang harus dilewati.

Pos satu dan dua masih berupa jalur hutan yang dengan sensasi meneduhkan dan menyejukkan jika dilakukan siang hari. Namun jika malam hari akan terasa lembab.

Pos tiga dan pos empat merupakan kawasan yang terbuka dengan sedikit pepohonan. Sebaliknya, jika pendakian dilakukan malam hari akan terasa dingin.

Pos satu bernama Pos Gemekan, Pos dua Semendung, Pos tiga Nganjir, dan pos empat puncak gunung Prau.

Jika ingin berkunjung taati protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak minimal satu meter, gunakan hand sanitizer dan rajin mencuci tangan, serta pastikan suhu tubuh normal di bawah 37,3 derajat celcius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

5 Fakta Seputar Penerbangan Misterius, Mengapa Sangat Diminati?

Travel Update
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X