Kebun Raya Bogor Buka Kembali, Pesan Tiket Online Dulu

Kompas.com - 18/07/2020, 14:02 WIB
Petugas keluar dari pintu masuk Kebun Raya Bogor yang ditutup untuk umum di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). Mengantisipasi pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penutupan sementara empat Kebun Raya yang dikelola LIPI, yakni Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Eka Karya Bali. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHPetugas keluar dari pintu masuk Kebun Raya Bogor yang ditutup untuk umum di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). Mengantisipasi pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penutupan sementara empat Kebun Raya yang dikelola LIPI, yakni Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Eka Karya Bali.


KOMPAS.com - Salah satu obyek wisata di Kota Bogor, yaitu Kebun Raya Bogor, telah dibuka kembali sejak Selasa (7/7/2020) setelah sekitar tiga bulan tutup untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kebun Raya Bogor dibuka lagi setelah pengelolanya, yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mendapat izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Baca juga: 6 Museum Unik Sekitar Kebun Raya Bogor, Yakin Pernah Mampir?

Tiket masuk secara online

Ada beberapa hal yang berubah untuk memenuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya pengoperasian pembelian tiket secara online.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, Hendrian.

"Pengunjung dapat memesan tiket melalui situs www.kebunraya.id," kata Hendrian.

Pembayaran non-tunai

Selain itu, ia menjelaskan bahwa transaksi pembayaran secara non-tunai juga diterapkan di semua fasilitas Kebun Raya Bogor.

Seperti fasilitas suvenir dan makanan yang berada di area Kebun Raya Bogor diterapkan transaksi pembayaran non-tunai.

"Selama masa transisi ini, kunjungan bersifat terbatas hanya untuk dan pembelian tiket secara online dan pemilik kartu member Kebun Raya," jelasnya.

Salah satu koleksi langka bunga bangkai jenis Amorphopalus gigas tengah mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Senin (7/10/2019).KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Salah satu koleksi langka bunga bangkai jenis Amorphopalus gigas tengah mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Senin (7/10/2019).

Wajib pakai masker dan jaga jarak

Tak hanya tiket masuk online, para pengunjung juga tetap diminta menaati protokol kesehatan lainnya, seperti menggunakan masker selama berada di area Kebun Raya Bogor dan menjaga jarak.

Baca juga: Jangan Lakukan Ini Saat Melihat Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor

Pihak Kebun Raya juga telah memasang pengumuman atau informasi protokol kesehatan pengunjung di semua titik strategisnya dan selalu mengingatkan protokol tersebut secara berkala.

Sejumlah pengunjung Kebun Raya Bogor sedang melihat-lihat pemandangan berlatar belakang Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (13/1/2019).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Sejumlah pengunjung Kebun Raya Bogor sedang melihat-lihat pemandangan berlatar belakang Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (13/1/2019).

Pembatasan jumlah pengunjung

Sama seperti tempat wisata lain yang telah buka, salah satu syarat dibuka kembali adalah menerapkan pembatasan jumlah pengunjung.

Kebun Raya Bogor juga menerapkan hal tersebut untuk menghindari kerumunan orang lebih banyak di tempat wisata.

"Hal ini untuk memastikan semua protokol yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan baik untuk mencegah penyebaran Covid-19," terang Hendrian.

Member akan jadi prioritas

Sementara itu, dikutip dari Kompas TV, Jumat (10/7/2020), General Manager Natura Raya Magra Anggrianto mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung juga diterapkan dengan cara melakukan prioritas kunjungan bagi warga yang terdaftar dalam keanggotaan Kebun Raya.

Menurut dia, persiapan pembatasan kapasitas di Kebun Raya adalah dengan melakukan pembatasan kelompok.

"Pembatasan kelompok maksudnya adalah pengunjung yang ingin datang berkelompok, tapi ingin satu keluarga atau satu kelompok, dapat berkumpul di lingkaran-lingkaran seperti ini," kata Marga.

Wisatawan mengunjungi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). Kebun botani yang digagas oleh Prof C.G.C Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman sebagai tempat penelitian ini genap berusia 200 tahun. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). Kebun botani yang digagas oleh Prof C.G.C Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman sebagai tempat penelitian ini genap berusia 200 tahun.

Hal ini, kata dia, bertujuan agar pengunjung dapat berkunjung dengan nyaman bersama kelompok yang mereka kenal.

Baca juga: Kebun Raya Bogor Dibuka Kembali, Tiket Masuk Hanya Bisa Dipesan Online

Namun, pengunjung tetap diminta untuk melakukan jaga jarak meski saling kenal satu sama lain.

Untuk tahap awal, pengunjung yang bukan member Kebun Raya tetap bisa berkunjung ke Kebun Raya Bogor.

Ia mengatakan, pengunjung tetap bisa datang dengan cara melakukan pembelian tiket secara online. Dibukanya Kebun Raya Bogor juga menambah tempat wisata yang telah dibuka di Kota Bogor.

Sebelumnya, Pemkot Bogor telah membuka kembali tempat-tempat umum, seperti mal, restoran, dan tempat ibadah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa-desa di Daerah Tertinggal Punya Peluang Jadi Desa Wisata

Desa-desa di Daerah Tertinggal Punya Peluang Jadi Desa Wisata

Travel Update
Kemendes PDTT: Hampir Seribuan Desa Wisata Ikut Pelatihan Virtual Tour

Kemendes PDTT: Hampir Seribuan Desa Wisata Ikut Pelatihan Virtual Tour

Travel Update
7 Wisata Alam Sekitar Jakarta untuk Lari Sejenak dari Rutinitas

7 Wisata Alam Sekitar Jakarta untuk Lari Sejenak dari Rutinitas

Jalan Jalan
Harga Tiket dan Jadwal KA Kertanegara Jurusan Purwokerto-Malang PP

Harga Tiket dan Jadwal KA Kertanegara Jurusan Purwokerto-Malang PP

Travel Update
Menuju Flora Wisata San Terra Malang, Ini 3 Alternatif Transportasinya

Menuju Flora Wisata San Terra Malang, Ini 3 Alternatif Transportasinya

Travel Tips
Itinerary 2 Hari 1 Malam Wisata Pantai di Gunungkidul

Itinerary 2 Hari 1 Malam Wisata Pantai di Gunungkidul

Itinerary
Catat, Berikut Ini Perubahan Jadwal Libur Maret 2021

Catat, Berikut Ini Perubahan Jadwal Libur Maret 2021

Travel Update
Rute Menuju Embung Sikembang Pagergunung, Magelang yang Dikelilingi Perbukitan

Rute Menuju Embung Sikembang Pagergunung, Magelang yang Dikelilingi Perbukitan

Travel Tips
Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid-19, China Diprotes

Wajibkan Pelancong dari Luar Negeri Tes Usap Anal untuk Deteksi Covid-19, China Diprotes

Travel Update
Itinerary Seharian Wisata di Bantul, Bisa Sandboarding

Itinerary Seharian Wisata di Bantul, Bisa Sandboarding

Itinerary
Itinerary Seharian Wisata Selfie di Jogja, Ada HeHa Ocean View

Itinerary Seharian Wisata Selfie di Jogja, Ada HeHa Ocean View

Itinerary
Kepulauan di Portugal Izinkan Turis yang Sudah Vaksin Covid-19 Berkunjung

Kepulauan di Portugal Izinkan Turis yang Sudah Vaksin Covid-19 Berkunjung

Travel Update
8 Tempat Makan di Jogja Ini Punya Pemandangan Indah

8 Tempat Makan di Jogja Ini Punya Pemandangan Indah

Jalan Jalan
#MelihatHarapan Bike Trenggalek 2021: Gowes Sehat Sambil Berbagi Kebaikan

#MelihatHarapan Bike Trenggalek 2021: Gowes Sehat Sambil Berbagi Kebaikan

Travel Update
Rencana Thailand Terima Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Rencana Thailand Terima Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X