Kembangkan Pariwisata Bali Berdasarkan Zonasi Kearifan Lokal

Kompas.com - 18/07/2020, 21:08 WIB
Sawah dengan sistem terasering di Karangasem, Bali, Rabu (5/10/2011). KOMPAS.com/FIKRIA HIDAYATSawah dengan sistem terasering di Karangasem, Bali, Rabu (5/10/2011).

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace mengatakan, pariwisata Bali akan dikembangkan atau dikuatkan lagi sesuai kearifan lokal, yaitu melihat filosofi ajaran agama Hindu Dharma yang berkembang di Bali.

Ia pun lantas meminta semua pemangku kepentingan yang bergerak di sektor pariwisata Bali memerhatikan filosofi Hindu yang telah diberikan para dewa.

Dalam acara webinar Road Map to Bali's Next Normal Webinar Session #7 yang diselenggarakan Bali Tourism Board dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Jumat (10/7/2020), Cok Ace menjelaskan konsep Dewata Nawa Sanga yang berangkat dari ajaran agama Hindu.

Baca juga: Penglipuran, Desa Wisata Bali dengan Sederet Penghargaan

Dewata Nawa Sanga sendiri, kata dia, adalah sembilan dewa yang berada pada sembilan mata angin yang memberikan kekuatan serta corak pada alam di sekitarnya.

"Sembilan dewa ini adalah Dewa Wisnu, Sambhu, Iswara, Mahesora, Brahma, Rudra, Mahadewa, Sankara, dan Siwa," kata Cok Ace.

Umat Hindu usai sembahyang di Pura Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (5/10/2011). Pura terbesar di Bali yang mengalami perkembangan sejak masa pra-hindu, ini berorientasi ke Gunung Agung yang dianggap sebagai tempat tinggal para dewata. KOMPAS.com/FIKRIA HIDAYAT Umat Hindu usai sembahyang di Pura Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (5/10/2011). Pura terbesar di Bali yang mengalami perkembangan sejak masa pra-hindu, ini berorientasi ke Gunung Agung yang dianggap sebagai tempat tinggal para dewata.

Konsepnya, jelas dia, adalah sembilan dewa yang berada pada sembilan mata angin juga turut serta mengembangkan pariwisata di Bali.

Konsep Padma Bhuwana dalam pengembangan pariwisata zonasi di Bali. Lebih jauh, konsep Dewata Nawa Sanga yang ada tersebut lalu menurun pada konsep Padma Bhuwana. 

Jelasnya, konsep ini berkaitan dengan sembilan dewa yang berada pada sembilan mata angin juga turut serta mengembangkan pariwisata di Bali.

Baca juga: Pariwisata Bali Akan Dibuka untuk Wisatawan Nusantara pada 31 Juli

"Implementasinya, memberikan karakter yang berbeda pada masing-masing kabupaten kota di Bali. Misalnya kalau kita lihat Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Bangli di sisi utara Bali. Dipengaruhi oleh kekuatan Dewa Wisnu. Kalau kita lihat pengembangan pariwisata dengan kekuatan Dewa Wisnu, kita bisa kembangkan kawasan konservasi hutan dan air," urainya.

Alhasil, ia melihat pengembangan pariwisata di Bali dapat dibagi ke dalam sistem zonasi dengan menggunakan filosofi Hindu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X